Tindakan Kriminal Terhadap Ibu Rumah Tangga Terjadi Di Desa Sekat Kabupaten Buru Selatan

oleh -22 views

GINEWSTVINVESTIGASI.COM ■ Bursel, Namrole – Tindakan kriminal terhadap Ibu Rumah tangga yang terjadi di desa sekat, kec. Kepala madan, kabupeten buru selatan.

Berawal Dari Wa Ode Tima ( Korban ) mencuci dengan mesin cuci, setelah pakaian dia ( wa ode tima ) masukkan ke mesin cuci, lalu dia pergi bercerita dengan salah satu tetangganya.

Beberapa menit kemudian dia pulang ke rumah, namun dia ( Wa Ode Tima Kaledupa ) ketika tiba di rumah, cucian-Nya yang di mesin cuci sudah berhamburan ke lantai, pelakunya adalah ( SARTIA KALEDUPA ) Anak tiri korban.

Melihat pakaian-Nya di buang ke lantai oleh ( SARTIA KALEDUPA ), Maka korban ( WA ODE TIMA KALEDUPA ) bertanya; kenapa pakaian-Nya di buang ke Lantai? Lalu ( SARTIA KALEDUPA ) menjawab dengan Angkunya, suka-suka saya.

” Suka-suka saya ( SARTIA KALEDUPA
), karena harta benda yang ada di dalam rumah ini semua milik bapa saya,” tutur ( SARTIA KALDUPA ) Mengutip kalimat pelaku.

Korban ( WA ODE TIMA KALEDUPA ) membalas jika mesin cuci tersebut, saya yang beli. 

” Mesin cuci ini saya ini saya yang beli, bagaimana kamu anak mau berhak melebihi saya ibumu, walaupun hanya sebagai ibu tiri. Sedangkan dulu saya korban ( WA ODE TIMA KALEDUPA ) Nikah sama ayah kamu hanya bermodalkan 1 Lembar Sarung & Baju 2 Lembar”, pungkas Korban ( WA ODE TIMA KALEDUPA ).

Mendengar ucapak tersebut, suami korban ( LA PIPI KALEDUPA ) Langsung menyuruh anaknya ( SARTIA KALEDUPA ) untuk memukul ibu tirinya-Nya ( WA ODE TIMA KALEDUPA ). Setelah itu, suami Korban ( LA PIPI KALEDUPA ) Memegang tangan korban, Lalu pelaku ( SARTIA KALEDUPA ) Bebas memukul korban.

Suami korban bukan saja sekedar memegang, tapi juga turut serta memukul korban ( WA ODE TIMA KALEDUPA ).

Karena tak sanggup korban berusaha untuk keluar dari dalam rumah. Ketika berhasil dari dalam rumah, keadaan korban sudah berlumuran darah dan memar di sekitar tubuh akibat pukulan pelaku ( SARTIA KALEDUPA ) Dan Suami korban ( LA PIPI KALEDUPA ).

Korban ( WA ODE TIMA KALEDUPA ) berlari menuju anak kandung-Nya meminta perlindungan, serta meceritakan kepada anaknya bahwa dia di keroyok oleh suami dan anak tirinya.

” Taufik Kaledupa yang juga ketua DPC LSM-RIB Kabu. Buru Selatan ini, tak tega melihat ibunya di keroyok oleh saudara tiri dan ayah tirinya langsung melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian, untuk diproses secara hukum yang berlaku.

” Pelaku penganiayaan terhadap ( WA ODE TIMA KALEDUPA ), Di Desa Sekat, Kec. Kepala madan, Kab. Buru Selatan sampai saat ini masih bebas berkeliaran.

Kepada EdelWeisNews. Com, pihak keluarga mengatakan. Bahwa sejauh ini hasil dari penyidik hanya menjerat salah satu pelaku yakni ( SARTIA KALEDUPA ), sementara sang suami ( LA PIPI KALEDUPA ), kata penyidik, masih belum cukup bukti.

” pelaku ( SARTIA KALEDUPA ) akan menjalani wajib Lapor pada Hari Senin Dan Kamis di Polres Pulau Buru. Kasat penyidik belum menyatakan pelaku perlu ditahan atau tidak,” ujar Taufik Kalidupa, salah satu Anak korban.

Berdasarkan keadaan Korban ( WA ODE TIMA KALEDUPA ) pada malam itu yang penuh dengan darah dan bekas memar di sekujur tubuh,.

Serta surat perjanjian yang pernah ditandatangani oleh ( LA PIPI KALEDUPA ) suaminya bahwa tidak akan mengulangi perbuatan-Nya ( KDRT ) menjadi salah satu bukti untuk penyidik, bahwa kejadian pemukulan oleh suaminya ( LA PIPI KALEDUPA ) sudah sering terjadi.

” Taufik Kalidupa, Berharap pihak kepolisian dalam hal ini penyidik KASAT RESRIM ( SENJA PRATAMA, SH, S.I.K ) untuk segerah menahan ( LA PIPI KALEDUPA ), pelaku pemukulan Ibu-Nya. Pengakuan korban sudah jelas bahwa ( LA PIPI KALEDUPA ) yang telah memegang tubuh korban dan ikut memukul korban.

” Taufik Kalidupa, yang akrab di panggil OPIC ini agar kasus yang menimpa ibunya ini ditangani dengan serius oleh penyidik.

” Agar Ibu saya bisah mendapatkan keadilan serta pelaku bisah di jerat sesuai hukum yang berlaku,” ungkap kalidupa.

” Keresahan terhadap media EDELWEISNEWS.COM, yang melakukan pemberitaan se-pihak ( Tidak Berimbang ). Kasus penganiayaan di Desa Sekat, Kec. Kepala Madan, Kab. Buru Selatan, dengan pelaku ( SARTIA KALIDUPA ) dengan ( LA PIPI KALIDUPA ), yang terjadi pada tanggal, 16/ Mei/ 2019. Adalah tidak benar.

Hasil pantauan media GLOBAL INVESTIGASI. CO.ID yang di temui di salah satu kediaman-Nya Di BTN DERMAGA ( TATANGGO ) Namlea ( 27/07/2019 ) Adalah tidak benar, sebab kami ( SARTIA KALIDUPA ) seharusnya kami adalah korban, Kata Satia Kaledupa.

” KALEDUPA, Kasus bermula dari bermula di mesin cuci. Di mana korban, ( WA ODE TIMA KALIDPUA )mencuci pakaian dan pergi meninggalkan cuciannya bercerita di rumah tetangga. Setelah mesin cuci mati kurang 1 jam, maka pakaian ( wa ode tima kalidupa ) masih di mesin cuci di keluarkan oleh LA PIPI KALIDUPA yang juga suami korban ( WA ODE TIMA KALIDUPA ) mengeluarkan pakaian dan meremas serta menaruhnya di dalam Baskom ( PARTEN ).

” Lanjut La Pipi, ( SARTIA KALIDUPA ), melanjutkan dengan mencuci pakaian-Nya, datanglah ( WA ODE TIMA KALIDUPA ) dengan marah-marah karena tidak suka ( SARTIA KALIDUPA ) yang adalah anak tirinya menggunakan barang-barang di dalam rumah, bahkan tinggal di dalam rumah mereka, Ungkap La Pipi.

” Lanjut Kaledupa, Sudah sering terjadi WA ODE TIMA KALEDUPA ini, melakukan pengusiran terhadap SARTIA & Saudara-Saudara-Nya dari rumah mereka.

Karena WA ODE TIMA KALIDUPA, hanya ingin anak-anak dari hasil perkawinan pertama yang boleh tinggal di rumah dia Dan La Pipi. 

” Lanjut La PIPI, Kekerasan yang sebenarnya adalah Wa Ode Tima, melakukan pemukulan terhadap suami-Nya ( LA PIPI KALIDUPA ). dengan sebuah Batu, tapi dapat di tangkis dengan tangan, lalu karena tidak puas yang bersangkutan mundur beberapa langkah dan melempari LA PIPI dengan batu dan hanya mengenai telapak tangannya.

Sedangkan terhadap SARTIA KALIDUPA yang terjadi adalah ANITA KALIDUPA, anak kandung WA ODE TIMA KALIDUPA. memegang tangan SARTIA KALIDUPA Dan WA ODE TIMA menjebak rambut SARTIA sampai jilbab terlepas dari kepala-Nya, Ungkap SARTIA KALEDUPA.

” Besok-Nya kasus ini LA PIPI Dan SARTIA, telah melapor ke pemerintah Desa Sekat, karena bagi mereka ini adalah persoalan Rumah Tangga Dan terjadi pada Bulan Ramadhan ( Bulan Puasa ). 

Masalah ini memang telah di laporkan oleh ( WA ODE TIMA KALIDUPA ), ke POLRES PULAU BURU dan sementara di tangani. Wa Ode Tima, juga di Laporkan oleh SARTIA KALEDUPA dengan tuduhan pencemaran Nama Baik Dengan Laporan polisi Nomor : STPL/ 63/VII/2019/SPKT/RES PULAU BURU pada tanggal 15/Juli/2019.

Karena yang bersangkutan juga mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas, yang di keluarkan oleh seorang ibu apalagi di bulan suci yang penuh rahmat.

” La Pipi Dan Sartia Kaledupa sangat kecewa Dengan pemberitaan tidak berimbang dari awak media EDELWEISNEMWS.COM, tanpa meberikan hak jawab dari La Pipi Dan Sartia Kalidupa. 

Sehingga dari pemberitaan tersebut, sangat merugikan mereka. Dan keluarga di mana foto mereka di pajang dalam berita sehingga La Pipi Dan Sartia Kaledupa merasa malu. 

Setidaknya memakai NAMA SAMARAN atau INISIAL,karena sampe hari ini SARTIA maupun LA PIPI KALEDUPA, belum di Nyatakan sebagai tersangka. Dan mereka akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan MEDIA EDELWEISNEWS.COM ke pada pihak yang berwajib.

” La Pipi Dan Sartia Kalidupa, juga meminta kepada semua pengguna Media Online baik faceebook maupun whatshaap untuk lebih bijak dalam menelah berita yang di terbitkan.

Mereka juga mohon untuk tidak memberikan komentar-komentar yang tidak sopan dan cepat menzolimi orang lewat berita-berita hoax, contohnya RATNA SARUMPAET yang dapat kita lihat, di media tekevisi awalnya yang bersangkutan melapor polisi terkait penganiayaan. Padahal semuanya itu Hoax dan kini yang bersangkutan telah mendekam di penjara.

La Pipi Dan Sartia kaledupa, meminta kepada semua pihak untuk menghormati proses yang di tangani oleh pihak kepolisian, dalam hal ini sebagai penegak hukum untuk menyelesaikan persoalan ini, kita harus menghormati hukum karens ini negara hukum.

Penulis : Kamel Difinubun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *