Sidang Kasus Pencabulan Anak Dengan Agenda Mendengarkan Tuntutan Dari JPU

oleh -0 views

Sidang Kasus Pencabulan Anak Dengan Agenda Mendengarkan Tuntutan Dari JPU.

Sidang Kasus Pencabulan Anak Dengan Agenda Mendengarkan Tuntutan Dari JPU.

Muara Teweh GI News

Sidang lanjutan kasus persetubuhan anak dibawah umur, dengan terdakwa yang juga Kepala Desa Narui, berinisial PMP alias Puncak (52) dengan agenda mendengarkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Murung Raya berlangsung di Pengadilan Negeri Muara Teweh,Kamis (1/8/2019).

JPU Liberty SM Purba dalam hal ini menuntut terdakwa PMP alias Puncak dengan pasal 81 ayat 1 Undang-undang perlindungan anak denga ancaman hukuman maksimal 15 dan minimal 5 tahun penjara.Sidang yang dipimpin hakim tunggal Fredy Tanada SH, MH dilakukan secara tertutup karena menyangkut perkara asusila terhadap anak di bawah umur.

“Tuntutan berkaitan dengan perlindungan anak, sebagaimana dakwaan kami. Yang pasti tuntutan sesuai dengan rasa keadilan korban,” kata Liberty kepada wartawan usai sidang di Muara Teweh.

Namun Liberty tidak menjelaskan berapa tahun tututan JPU, hal itu dikarenakan oleh sidang tersebut merupakan sidang tertutup.

“Kalau itu mungkin dengan pengacaranya atau dengan keluarga korban. Ini sidang tertutup untuk umum, sehingga kami tidak bisa memberikan keterangan lebih rinci. Setelah ini, materi sidang mendengarkan pembelaan dari terdakwa,” papar Liberty.

Puncak menjadi pesakitan di PN Muara Teweh, karena didakwa melakukan ancaman kekerasan memaksa anak di bawah umur bersetubuh dengannya. Perbuatan bejat itu terjadi pada Rabu 1 Mei 2019 sekitar pukul 12.00 WIB di sebuah sungai yang berada di Kabupaten Murung Raya.(Bbg

Sidang Kasus Pencabulan Anak Dengan Agenda Mendengarkan Tuntutan Dari JPU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *