PENDIDIKAN & PELATIHAN JURNALISTIK TERPAKAI MAHASISWA SE – JAKARTA

  • Bagikan

PENDIDIKAN & PELATIHAN JURNALISTIK TERPAKAI MAHASISWA SE JAKARTA

PENDIDIKAN & PELATIHAN JURNALISTIK TERPAKAI MAHASISWA SE JAKARTA

Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se Jakarta mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) jurnalistik terpakai yang dilaksanakan oleh Koran Monitor, Kompas NasionalNews dan SBSINews di Gedung Biru, Jl. Tanah Tinggi 2 No. 25 Johar Baru Jakarta pada 3 Agustus 2019.

Sahat Lumbanraja sebagai monivator Diklat mendukung sepenuhnya langkah awal yang digagas Arsula Gultom melakukan reevaluasi dan formulaisasi dari gerakan serikat buruh yang harus segera disesuaikan dengan kemajuan dan tuntutan jaman.

Menurut Arsula Gultom, yang juga menjabat Sekretaris Wilayah Dewan Pengurus Pusat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPP SBSI), Diklat Jurnalistik terpakai ini merupakan langkah awal untuk mewujudkan formula baru dalam mengelola organisasi buruh guna memperluas jaringan kerja dan gerakan dengan berbagai pihak, karena cara lama dari cara mengelola organisasi buruh sudah tidak relevan dengan tuntutan serta tantangan era milenial yang ada sekarang.

Upaya serupa ini imbuh Sahat Lumbanraja sebagai aktivis senior Pelita Harapan yang melakukan perlawan terhadap rezim Orde Baru dari Umatra Utara, mengatakn idealnya Diklat serupa ini perlu dilakukan secara kontinyu sehingga dapat melahirkan kader organisasi pergerakan yang tangguh untuk melanjutkan estafeta perjuang kaum pergerakan pada umunya dan harapan kaum buruh pada khusus yang handal dan bisa menjawab tantangan serta tuntutan jaman. Setidaknya bagi generasi terdahului, cara pandang serta pola pikir generasi masa kini perlu dipahami untuk dapat mengatasi masalah yang semakin rumit dan rigit pada era mileneal searang ini.

Karena menurut dia tantangan bagi aktivis pergerakan dari generasi terdahulu dengan generasi sekarang sudah sangat berbeda cara mapun modelnya.

Olej karena itu, unkap Sahat Lumbanraja formulaisasi gerakan orgnisasi buruh harus bisa menciptakan mesin uang, baru kemudian dapat melakukan kaderisasi secara ajek dan berjenjang dalam berbagai bidang, sehingga pada giliran berikutnya segera dapat melahirkan figur tokoh panutan yang bisa menjadi simbol perjuangan dalam solidaritas dan kebersamaan.

Untuk menggapai tiga rumusan formula dari pola gerakan organisasi buruh ini, Arsula Gulton meyakinkan bila Diklat serupa untuk berbagai sektor dan bidang selanjutnya akan dilaksanakan secara berkala dan berjenjang. Keterlibatan para mahasiswa dan pemuda menjadi pilihan prioritas, karena semangat dan kesegaran berpikir mereka masih relatif jernih dan segar, tandasnya. Sosok mahasiswa dan pemuda pada umumnya dapat dipastikan belum terkontaminasi oleh kepentingan praktis sesaat. Sebab keberadaan dari bangsa dan negara Indonesia pun kelak akan berada dan sepenuhnya ditentukan oleh generasi muda yang ada sekarang.

‘Tausiah’ singkat tentang pers dipapar Jacob Ereste dengan mengungkap pengalaman pribadi sebagai jurnalis dan aktivis buruh. Juga hadir dalam acara Diklat Jurnalistik Terpakai ini diantaranya Ketua Federasi Transportasi, Metal dan Pertanbangan SBSI, Husni, dan Heru aktivis buruh dari Jawa Tengah.
(Januardi.m)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: