Terkait Janji Tidak Ditepati, Masyarakat Sengsara Hidup Serahkan Keranda Mayat

  • Bagikan

Terkait Janji Tidak Ditepati, Masyarakat Sengsara Hidup Serahkan Keranda Mayat

Terkait Janji Tidak Ditepati, Masyarakat Sengsara Hidup Serahkan Keranda Mayat

Ginews Aceh Singkil, Massa yang menamakan dirinya Gerakan Masyarakat Sengsara Hidup (GMSH) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Aceh Singkil, Selasa (6/8/2019).

Mereka menyerahkan sebuah replika keranda kepada Pemkab Singkil sebagai simbol bahwa pemerintah telah mati suri sehingga tak mampu menyelesaikan persoalan rakyatnya. Keranda itu diterima oleh Staf Ahli Setda Kab.Aceh Singkil, Azman.

“Penyerahan keranda ini bentuk sebuah Pwnilaian pada Pemerintah Aceh Singkil mati Suri, tak mampu menyelesaikan persoalan Aceh Singkil termasuk janji bupati Aceh Singkil sebelumnya kepada kami,” kata Sadam Husain, peserta aksi.

Demonstran menilai, Pemerintah Aceh Singkil saat ini adalah yang terburuk sepanjang sejarah dan layak mendapat rekor MURI.

Karena banyaknya persoalan tak kunjung selesai, pemerintah kerap didemo rakyatnya sendiri. Sepanjang 2019, misalnya, tak kurang dari 27 kali Pemerintah Aceh Singkil didemo.

Pemerintah Aceh Singkil juga kerap menghindar saat masyarakat membutuhkan perhatian. Bahkan cenderung memilih ke luar kota ketimbang melayani keluhan masyarakat Aceh Singkil.

“Seperti aksi hari ini, seharusnya bupati dan wakil bupati lebih mengutamakan melayani masyarakat, kan informasi aksi hari ini sudah ada sama dia. Tapi malah ke luar kota,” kata Sadam.

Aksi GMSH itu sendiri adalah untuk menagih janji bupati terkait hasil rapat penyelesaian tapal batas lahan seluas 673,7 hektar dan pelepasan 200 meter kiri dan kanan ruas jalan Gor Sibatang serta menentukan tapal batas HGU PT Nafasindo.

Menurut mereka, penyelesaian ini sebelumnya telah disepakati bersama saat pertemuan di ruang kerja bupati Aceh Singkil pada 8 Januari 2019. Saat itu bupati Aceh Singkil berjanji akan menyelesaikannya pada akhir April 2019.

Sementara Staf Ahli Setda Aceh Singkil, Azman berjanji akan menyampaikan aspirasi GMSH tersebut ke bupati Aceh Singkil. “Nanti saya akan sampaikan ke bupati dan merekomendasikan sesegera mungkin menindaklanjuti. Apalagi selama ini massa mengaku sudah ada upaya-upaya namun belum terealisasi,” katanya.

Terkait seperti apa isi rekomendasi, kata Azman, nantinya pemerintah akan memanggil perwakilan massa untuk membicarakan hal itu.

“Dalam waktu seminggu kembali membicarakan persoalan ini,”katanya

B. Hutabarat

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: