Oknum Guru ASN Diduga Kuat Melakukan Pungutan Liar

oleh -0 views

ginewstvinvestigasi.com ■ Pandeglang – Biaya pendidikan yang telah disubsidi dan didanai oleh pemerintah melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ini tidak terasakan manfaatnya oleh beberapa peserta didik ini dirasakan salah satu peserta didik yang baru lulus dari salah satu Sekolah Dasar dilingkup Korwil Dinas Pendidikan Kecamatan Carita yang akan meneruskan ke jengjang Sekolah Menengah Pertama. Kamis, (08/082019).

Salah satu Oknum Guru Sekolah Dasar Sukarame dilingkup Korwil Dinas Pendidikan Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang Banten yang berinisial IA, diduga melakukan
Pungli kepada orangtua wali murid yang
anaknya ingin meneruskan pendidikannya ke Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Labuan.

Hal ini sangat disayangkan sekali guru yang seharusnya memberikan pendidikan moral kepada masyarakat ini malah menjadi mediator pungli didunia pendidikan.

Orang tua wali murid yang ditemui dikediamanya di Kampung Susukan Desa Sukanagara Kabupaten Pandeglang Banten mengatakan anak saya yang baru lulus dari Sekolah Dasar Sukarame 3 dan ingin meneruskan ke Sekolah Menengah Pertama Negeri di Labuan, dipinta biaya sebesar Rp. 2.000.000 oleh Oknum Guru Sekolah Dasar berinisaial IA, untuk mengurusnya supaya bisa masuk.

“Ya anak saya baru lulus sekolah dasar dan ingin meneruskan ke Sekolah Menengah Pertama dimintai uang sebesar Rp. 2.000.000 oleh Oknum Guru Sekolah Dasar, untuk biaya masuk Sekolah Menengah Pertama karena anak saya tidak diterima di sekolah menengah pertama tersebut, karena saya sebagai orangtua kasihan melihat anak saya yang ingin sekolah di sana. terpakasa saya dengan cara apapun memberikan uang. Rp.1.000.000 dulu lewat transfer melalui sodara saya inisial HA. melalui bank kepada Oknum Guru IA untuk mengusahakan anak saya bisa diterima di sekolah menengah pertama di kecamatan labuan.

Sementara inisial HA selaku paman yang membenarkan mentransfer uang sejumlah Rp 1.000.000 kepada oknum guru berinisaial IA ia mengatakan ya saya mentransfer uang tersebut kepada oknum guru IA untuk biaya masuk ponakan saya ke sekolah menengah pertama dikecamatan labuan. Tapi yang jadi aneh ponak saya yang setiap hari sekolah di mengatakan kepada saya jarang diabsen atau seperti tidak diterima disekolah tersebut.

Masih HA selaku pamanya menceritakan kepada wartawan oknum guru inisial IA dia mengerim pesan kesaya melalui WhatsApp mengatakan “knapa bikin masalah, sayamah waktu ini itu demi anak bapak. Dan siapa yang memberikan uang kan bapak. Ya saya jawab pak guru yang meminta ko makanya saya kasih masa nyalahin saya, ungkap HA

“Sementara itu oknum guru inisial IA saat ikonfirmasi melalui telfon dan pesan whatsApp ia mengatakan Awas Kalimantan jangan salah. pungutan apa, nanti aja ngobrol Akan Bapak telusuri yang memberikan laporan palsu akan bapak tuntut balik Maaf sebelumnya Bapak juga punya hak bela biar tidak berkembang laporan – laporan yang tidak akurat

Uang itukan bukan untuk kepentingan saya itu untuk kepentingan peserta didik
Untuk masuk ke sekolah menengah pertama, saya hanya sebatas membantu karena mereka yang mengeluh kepada saya” dan uang tersebut pun bukan untuk saya untuk biaya masuk sekolah. Jelasnya. (Nuryahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *