Hak Kesulungan Orang Asli Papua Dirampas, Otsus Dinilai Gagal Total

oleh -0 views

Hak kesulungan Orang Asli Papua Dirampas, Otsus Dinilai Gagal Total.

Hak kesulungan Orang Asli Papua Dirampas, Otsus Dinilai Gagal Total.

Manokwari- Putra asli Papua asal Kabupaten Maybrat “Yonadap Kambuaya, SE, merasa prihatin dengan kondisi di tanah papua setelah tidak berjalannya dengan baik, kehadiran otonomi khusus (Otsus) di tanah papua bukannya mensejahterakan masyarakat dengan kehadiran otsus itu, tapi malah otsus buat hak hak kami sebagai orang papua malah makin tergerus dan hilangnya hak untuk mendapatkan kehidupan yang selayaknya.

Undang undang Otonomi khusus Nomor 21 tahun 2001, tentang otonomi khusus bagi provinsi papua, ini merupakan kebijakan khusus dalam rangka peningkata pelayanan, Ekselerasi pembangunan, dan pemberdayaan seluruh rakyat di provinsi papua agar dapat setara dengan daerah lain.

Tetapi kenyataan yang terjadi saat ini di provinsi papua dan papua barat tidak sejalan dengan apa yang telah di amanatkan oleh UU Nomor 21 tahun 2001, hak yang menjadi perioritas orang asli papua OAP telah di rampas, hak untuk memdapat kehidupan yang layak di batasi dengan berbagai macam aturan regulasi yang lahir atas kebijakan pemerintah, sampai saat ini tidak ada kebijakan yang di khususkan bagi OAP.

Kebijakan yang di buat oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat telah di tetapkan sebagai perioritas utama di berbagai bidang 80%  OAP 20% non papua, tetapi itu juga belum terlalu maksimal seperti apa yang diharapkan, karena kebijakan manufer politik membuat hak perioritas orang papua semakin di sudutkan, bahkan saat ini fakta telah membuktikan hak politik orang asli papua sangat minim di parlemen, ini perlakuan yang tidak mengargai hak kesulungan rakyat papua di tanahnya sendiri.

Maka dari pada itu saya merasa otsus ini sudah gagal total, mengapa karena otsus sebagai solusi pemerintah pusat untuk menjawab aspirasi papua merdeka pada saat itu, namun rasanya otsus hanya sebagai gula gula yang di buat pemerintah saja, tetapi implementasinya di lapangan tidak seperti kenyataan yang terjadi, karena masyarakat papua bukan tambah sejahtera tetapi makin tergerus di atas kebijakan otsus ini, Maka pemerintah pusat tidak perlu lagi untuk mengevaluasi otsus itu lagi.”ucapnya

Menurutnya, tidak perlu lagi pemeritah pusat kembalikan hak  otsus kepada orang papua, biarlah orang papua  memberi suara mereka seperti apa yang mereka mau kedepan,  karena masyarakat papua yang diberi otonomi khusus, itu bukan pemerintah papua atau pemerintah papua barat.”ungkapnya kepada wartawan, Senin (12/08/2019)

Salah satu contoh kasus otsus yang gagal adalah, Hampir semua caleg papua yang maju di tanah papua kalah dalam caleg legeslatif dan semua di menangkan oleh saudara saudara kita dari nusantara atau non papua.”tegas pria asal suku maybrat itu.

Dirinya mengimbau kepada pemerintah pusat agar tidak perlu mengevaluasi lagi kembali terkait otsus, karena menurutnya otsus sudah gagal total, hak kesulungan orang asli papua yang menjadi subjek utama telah di rampas, sehingga orang asli papua tidak mendapat kehidupan yang selayaknya, di atas tanahnya sendiri.”(Elsina/Jefri)

Hak kesulungan Orang Asli Papua Dirampas, Otsus Dinilai Gagal Total

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *