Penambang Bukit Putri Tak Gubris Surat Teguran Pemkot Tasikmalaya

oleh -0 views

Penambang Bukit Putri Tak Gubris surat teguran Pemkot Tasikmalaya

Penambang Bukit Putri Tak Gubris surat teguran Pemkot Tasikmalaya

Pemerintahan Tasikmalaya kota Jawa barat dan dinas lingkungan hidup nya dalam menjaga dan menegakkan perda terkesan lamban,hal tersebut terbukti seperti keadaan sekarang sedang terjadi kawasan Bukit putri,Bukit ini dari hasil investigasi team awak media dilapangkan telah terjadi penggalian cukup lama dibiarkan padahal setiap Bukit yang dilindungi ada team yang ditugaskan oleh dinas LH rata2 hampir 5 orang per Bukit zona pelestarian, informasi terkahir didapat galian tersebut diduga sampai menyerobot tanah pemerintah,Waduh!!….

Kabid Lingkungan Hidup Tasikmalaya Didin Syarifuddin mengatakan sudah melayangkan surat untuk menghentikan kegiatan penambangan pasir,batu,di lokasi tersebut pada tanggal 30 Juli 2019,Nomor 660/1381/klsda.sifat penting,perihal teguran,yaitu:Dinas LH melaksanakan program kegiatan pelestarian yang menjadi daerah resapan air yang tersebar di wilayah kota Tasikmalaya salah satunya bukit BUKIT PUTRI, Adapun tanah yang sudah dibebaskan 12,677 meter busur sangakar dan pada hari Senin 29 juli 2019 Dinas LH dengan hasil pantauan bahwa Tanah yang ditambang adalah benar bukit yang berfungsi sebagai daerah tangkapan resapan air (perda 4 Tahun 2012) Tentang Rencana tata ruang dan wilayah kota Tasikmalaya pasal 34 ayat (1) disebut bahwa kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya merupakan kawasan resapan air yang meliputi 15 bukit yang tersebar di kota Tasikmalaya termasuk bukit Putri,pasal 35 ayat (2)huruf b disebut bahwa pengelolaan terhadap kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya dilakukan melalui pengendalian kegiatan-kegiatan yang dapat mengganggu fungsi kawasan resapan air disampaikan agar saudara menghentikan/tidak melanjutkan kegiatan penambangan pasir dan batu tersebut tertanda kepala dinas LH kota Tasikmalaya Dudin Mulyadi.ST.M.Si dan surat ini sampai di terbitkan kan nya berita ini masih saja kabarnya penggalian tetap beraktifitas artinya surat pemkot dan dinas LH tersebut sedikit pun tak di gubris,dan dalam aturan uu 1945 di pasal 33 bumi dan air dan kekayaan yang dikandung di dalam nya dikuasi negara dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,dalam edisi mendatang kami pun akan mewawancarai ketua umum lembaga penyelamatan lingkungan hidup Indonesia (mugni Anwari) tentang pandangan terhadap lingkungan khususnya seribu bukit termasuk bukit pelestarian yang sedang di perbincangkan ini (bukit putri)karena jika tidak segera di tindak bagaimana nanti nasib anak cucu kita,journalis glibal investigasi news.id ,sutiaman st (CHAMEUH RM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *