Akibat Maraknya Ternak Mati di Singkil, Dinas Peternakan Adakan Sosialisasi Tentang Penyakit Hewan Ternak dan Antisipasi Penularanya

oleh -0 views

Akibat Maraknya Ternak Mati di Singkil, Dinas Peternakan adakan Sosialisasi Tentang Penyakit Hewan Ternak dan Antisipasi Penularanya

Akibat Maraknya Ternak Mati di Singkil, Dinas Peternakan adakan Sosialisasi Tentang Penyakit Hewan Ternak dan Antisipasi Penularanya

Gnews Aceh Singkil, Dinas Peternakan, Pertanian Kabupaten Aceh Singkil adakan Sosialisasi Penangan Penyakit Hewan Ternak yang diduga Terjangkit Penyakit Sefticaemia Epizootica (SE) atau lebih lajim dikenal Penyakit ngorok, di Kantor Desa Gosong Telaga Selatan Kecamatan Singkil Utara, Jumat 16/08/2019.

Sosialisasi tentang penyakit hewan ternak dan antisipasi penularanya, oleh Dinas Peternakan dan Tanaman Pangan, Holti Kultura Kabupaten Aceh Singkil, mengundang Masyarakat peternak yang ada di gosong telaga.

Acara dipimpin Kepala Kampung Gosong Telaga Selatan, turut dihadiri Babinsa Gosong Telaga Selatan, Tokoh Masyarakat setempat beserta undangan lainya dari peternak.

Dalam acara itu yang bertindak sebagai Pemateri Kabid Peternakan Iswani, SP, Drh. Fourdedi dari Dinas Holtikultura, Hari Tjahjono, SPt dan petugas Lapangan dari Dinas Peternakan KabupatenbAch Singkil.

Pantauan Global investigasinews.com, Antusias masyarakat dari tiga Desa yakni, Peternak Gosong Telga Utara, Selatan dan Gosong Telaga Timur, sangat tinggi, terluhat hadir dua puluhan peserta yang mengikuti acara sosialisasi itu.

“Kepala Desa Gosong Telaga Selatan Tahrim menyampaikan, sengaja mengundang masyarakat guna mendengarkan lansung pemaparan tentang antisipasi dan penanggulangan ternak, apabila ada ternaknya yang terdampak penyakit mematikan itu, tuturnya.

Pemateri ” Fourdedi, memberikan penjelasn tentang penangan dan antisipasi ternak yang terjangkit bakteri, ia menghimbau untuk ternak yang mati agar ditanam (kuburkan) sehingga tidak menular ke ternak yang lain, mari kita buat suatu kesepakatan di Desa kapan kita adakan Diaknosa sementara, selanjutnya akan diadakan diadakan diaknosa berikutnya, ungkap Dedi.

Jangan sampai penanganan Hewan sakit disalah artikan, akibat tidak ada kesefahaman masyarakat peternak dengan Dinas terkait, sehingga hewan yang sakit tersebut, setelah disuntik lalu ternaknya mati, seakan-akan kami penyebab ternah masyarakat jadi mati,katanya.

Salah seorang peserta sosialisasi menuturkan, bahwa penyakit kerbau yang dia pelihara dan milik dia sendiri Suhu panas tubuh hewan ternaknya sangat tinggi, apa bila ternak disiram dengan air, keluar asap katanya,

Namun ada yang berbeda dengan penyampaian salah seorang peserta sosialisasi, (Ma’as). Dia menuturkan bahwa matinya ternak secara serentak di gosong telaga berawal dari tahun 2006.

Kalau saya tidak salah ingat, kejadian seperti ini sejak tahun 2006, katanya, hingga saat ini kematian ternak seperti ini belum tertangani dengan serius ungkap Ma’as yang kerap disapa ogek maas itu.

“Untuk itu saya memberikan masukan kepada Dinas terkait agar dilakukan Pemeriksaan secara menyeluruh, bukan hanya badan ternak saja yang diperiksa, katanya, bila perlu sampai ke air sungai, bisa jadi disungai ada pencemaran, karena ternak selalu meminum air sungai ucapnya.

Kita tidak menuduh siapa pelakunya, namun patut diduga adanya indikasi penyebap air minum tercemari, maka pada kesempatan ini kami memohon agar dinas terkait untuk serius menangani dan menguji Leb air sungai,”kata Ma’as.

B.Hutabarat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *