“Bajakah” Yang Viral, Pemanfaatan Untuk Obat Kanker Dilakukan Masyarakat Dayak Ngaju Ratusan Tahun Silam

oleh -2 views

“Bajakah” yang viral

“Bajakah” Yang Viral, Pemanfaatan Untuk Obat Kanker Dilakukan Masyarakat Dayak Ngaju Ratusan Tahun Silam

Bajakah dalam bahasa Dayak Ngaju artinya “akar akaran”, yaitu ratusan spesies tumbuhan pembelit-pemanjat di hutan hujan Kalimantan. Nama “bajakah” bukan spesies tapi nama sekelompok akar akaran. Pemanfaatan bajakah untuk obat kanker sudah dilakukan oleh masyarakat Dayak Ngaju sejak ratusan tahun silam dari indigenous knowledge mereka. Jadi adik adik SMA kemarin bukan “Penemu Pertama” melainkan “penemu” yang memperkenalkan ke dunia tumbuhan bajakah ini, sehingga dianggap sebagai orang yang “menemukan” namun upaya mereka mempresentasikan tumbuhan ini sangat layak diapresiasi.

Jenis ini sendiri hanya dikenal oleh penduduk asli atau indigenous people. Jadi hati hati tiap bajakah punya kegunaan masing masing, bajakah untuk kanker TIDAK BOLEH dikonsumsi oleh orang tanpa penyakit, karena bisa jadi kandungan bahan aktif yang kuat di dalammnya akan berbahaya. Ada bajakah yng dibuat menjadi tuba/racun, ada yang diambil airnya, ada yang dijadikan obat kuat dan pembesar penis, ada yang dijadikan obat.

Bajakah kuning yang sempat viral, itu sepengetahuan admin adalah obat untuk fungsi hati dan diabetes bukan untuk penyakit kanker. Jadi hati-hati dengan penawaran bajakah yang sedang booming karena hanya orang orang yang faham tanaman herbal lah yang tahu mana bajakah yang berkhsiat, juga ada tata cara kearifan lokal didalam mengambil obat-obatan dihutan tidak mengeksploitasi secara serakah seperti ini, sebab diyakini tanpa kearifan lokal ini dan meminta ijin kepada nabi kayu maka obat tadi tidak akan memiliki khasiat. Jadi bijak ya folks.

(@Wargabanua)
RIJAL, SUTIAMAN ST CHAMEUH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *