Satu Pelaku Pembacokan Dibekuk , Satu Lagi Masih Buron

oleh -0 views

Satu Pelaku Pembacokan Dibekuk , Satu Lagi Masih Buron

Satu Pelaku Pembacokan Dibekuk Tim Cobra Polres Lumajang, Satu Lagi Masih Buron.

Lumajang Jawa Timur – Ginewstvinvestigasi. com-, Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban, memeriksa Amir (22) salah satu tersangka pembacokan, selasa, 13 Agustus 2019.

Tim Cobra Polres Lumajang, Alhasil menangkap Amin (22) warga Dusun Sentono, Desa Sruni, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur Lantaran terlibat kasus aksi pembacokan.

Pelaku ditangkap di salah satu rumah salah satu tokoh masyarakat Desa Sruni. Penangkapan ini dilakukan oleh Tim Cobra Polres Lumajang, yang dipimpin langsung Kasatreskrim Polres Lumajang, AKP Hasran Cobra.

Diduga tindakan pembacokan ini bermotif masalah sengketa lahan. Akibat ulah pelaku, kedua korban, yakni Dulhari, dan Niman harus mendapat perawatan intensif di RS Bhayangkara Lumajang, karena menderita beberapa luka serius di bagian tubuhnya.

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengungkapkan, Tim Cobra Polres Lumajang, telah bekerja keras memburu dan menangkap pelaku. Saat ini perburuan masih dilanjutkan, untuk menangkap satu tersangka lagi yang masih buron.

Seperti yanv sudah dijanjikan sebelumnya, bahwa tim Cobra Polres Lumajang akan segera mengungkap siapa pelaku pembacokan yang telah terjadi, dan siapa dalang di balik tindakan tersebut. dengan kecerdikan para tom Cobra ahirnya tersangka Amir berhasil ditangkap di Desa Sruni, dan langsung diamankan ke Mapolres Lumajang.

“Satu sudah tertangkap, dan cepat atau lambat pelaku lainnya juga akan tertangkap. di harapkan para tersangka segeralah menyerah, percuma lari dari kejaran Tim Cobra karena kamu pasti akan tertangkap,” pungkas Arsal.

Kasatreskrim Polres Lumajang, AKP Hasran Cobra menjelaskan, kejadian berikut ini diduga adalah tindak pidana pembunuhan berencana, dan membawa senjata tajam, sebagaimana dimaksud dalam pasal 340 KUHP dan UU Darurat No. 12/1951 tentang senjata tajam dengan ancaman hukuman pidana mati, seumur hidup dan atau paling lama 20 tahun.

“Saya himbau untuk Kusnadi segera menyerahkan diri, sebelum ditemukan langsung oleh Tim Cobra yang akibatnya bisa fatal. Data tentang tersangka sudah terkantongi kantongi untuk itu cepatlah menyerah kepada pihak yang berwajib,” tegasnya.

Nurhadi /Anang Sastro, Ginewstv – Lumajang – Melaporkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *