PATUT DIDUGA PROGRAM UPPO DI KECAMATAN CIBEBER KABUPATEN LEBAK BERMASALAH

oleh -5 views

DI DUGA PROGRAM UPPO DI KECAMATAN CIBEBER KAB. LEBAK BERMASALAH

Lebak Ginewstvinvestigasi.com ■ Adanya Program Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) yang ada di Wilayah Distanbun Kecamatan Cibeber kabupaten Lebak Provinsi Banten tahun 2019 diduga bermasalah, dikarenakan ada beberapa kejanggalan yang tidak sesuai dengan speck seperti dalam pembelian bibit kerbau yang jauh dari yang dianggarkan dalam spek.

Ini terbukti baru beberapa bulan saja, sudah ada yang mati dan sakit disamping itu ada kejanggalan lain dan berdasarkan hasil inpestigasi serta klaripikasi wartawan Ginews dilapangan bahwa yang seharusnya bibit kerbau 8 ekor betina ditambah 2 ekor pejantan jumlah 10 ekor, tetapi bibit kerbau itu tidak sesuai dengan apa yang telah di tentukan.

Dalam hal ini di sampaikan oleh salah satu warga yang tidak mau di sebut namaya (red) program UPPO di plotkan. Harma sebagai Ketua dan merangkap selaku Ketua KTNA sebetulnya didalam melaksanakan kegiatan berkelompok diduga banyak bermasalah, hal ini sudah bukan menjadi rahasia umum di masyarakat.

Harma selaku Ketua KTNA selalu intervensi kepada kelompok, termasuk pada Program Embung, Piat yang menjabat sebagi Ketua Kelompok hanya di jadikan topeng, masih dalam Program UPPO diduga bermasalah karena tidak sesuai dengan RAB.

Karena ini semua tidak sesuai sehingga bibit kerbau ini ada yang mati dan sakit dan ada yang sakit sehingga di sembelih sebanyak satu ekor.dan hal ini jelas semua program yang diturunkan oleh pemerintah tidak di jalankan dengan baik sehingga perlu adanya pengawasan dari dinas terkait dan dari alat kontrol sosial, masyarakat sehingga program ini jangan dijadikan ajang keuntungan oleh individu.wartawan GI news mencoba mengkompirmasi langsung Kepada kepala unit pelaksana teknis Distambun Kecamatan Cibeber Asep Koswara mengatakan hal program UPPO saya tidak tau menahu bahwa program UPPO ini ada masalah,Baru baru ini saya baru tau bahwa ada dua kerbau yang mati,satu dapat di selamatkan yaitu di sembelih dan dekomentasi serta berita acaranya ada.adapun yang mati sia sia kita kubur dan yang hilang ga jelas keterangannya ,nah yang itu saya kurang tahu.menurut inpormasi Harma selaku ketua meminjam sejumlah uang kepada salah seorang pengusaha di bayah untuk mengganti atau membeli kerbau yang mati dan di sembelih itu harus di ganti sesuai spek Rp.8000.000 per satu ekor.Asep menambahkan adapun jumlah kerbau sampai sekarang tidak sesuai dengan spek silahkan kompirmasi langsung ke pa.Harma selaku ketua.sayang sekali wartawan GI news sampai berita ini di terbitkan belum bisa berkomunikasi dengan bapa Harma baik langsung maupun via Hp.karena selalu tidak ada.dan via Hp pun susah di hubungi.( Wawan Gunawan kabiro. Lebak).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *