Pembuatan Sertifikat (Prona) Tahun 2011 Oleh BPN Pesawaran Di Tanah Adat Makhga Way Lima Mulai Menjadi Sorotan Publik

oleh -3 views

GLOBAL TV INVESTIGASI NEWS.PESAWARAN. Pembuatan sertifikat (Prona) tahun 2011 oleh BPN Pesawaran di tanah adat makhga Way Lima kecamatan Way Lima, mulai menjadi sorotan publik, pasalnya, tokoh – tokoh adat AJANG SAIBATIN yang di bawah binaan Paduka Minak Mangku Batin mempersoalkan ke absahan surat sertifikat yang telah di terbitkan oleh BPN Pesawaran ke masyarakat non adat, hal ini di sampaikan Minak Firman sapaan akrabnya ke globaltvinvestigasi.com beberapa waktu silam, kamis (22/8).

Dan pengurus Ajang Saibatin Pesawaran adakan jumpa pers terhadap awak media setelah adakan pertemuan dengan Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pesawaran, Terkait Penyelesaian Tanah Adat Marga Waylima yang terletak di Rawa Kijing Desa Sindang Garut Kecamatan Waylima Kabupaten Pesawaran.

Adapun turut serta dalam pertemuan dengan BPN Pesawaran selain dari ketua pemangku adat, nampak terlihat Sekretaris Hermilsyah Gelar (Sabda Alam), Agus Bastian (Suntan Bandakh Makhga IV), Sirli Hayadi (Fatih Jaya Kakhama) Pumuka Agung pemuka, serta Khaja Sah. Rabu (21/8)

Ketua Adat H,Firman Rusli,St,MM yang Bergelar Paduka Minak Mangku Batin dalam jumpa pers mengatakan, jika kehadiran mereka atas undangan pihak BPN Pesawaran untuk penyelesaian tanah adat yang sudah di glontorkan surat setifikat tanah ke masyarakat melaui program Prona.

” Kedatangan kami ke kantor BPN dalam Rangka menghadiri undangan dari pihak BPN guna menyelesaikan masalah Tanah Adat yang terletak di Rawa Kijing Desa Sindang Garut”terangnya.

Dia melanjutkan,Paduka Minak Mangku Batin beserta rombongan di terima Langsung Oleh Kepala Kantor BPN Kabupaten Pesawaran Nurus Sholihin A,Ptnh,MM di BPN Pesawaran, dengan tujuan agar hak adat di kembalikan.

“Tujuan kami Pengurus Adat, Agar Pihak BPN Mengevaluasi kembali Sertifikat Tanah yang Sudah diterbitkan dalam pengajuan Program PRONA pada Tahun 2011, Sementara Tanah tersebut terletak di Tanah Adat Saibatin Marga Waylima” ucapnya.

Paduka Minak menegaskan,Sementara ini kita fokus dengan Tanah Adat yang ada di Rawa Kijing dulu kurang Lebih 6000Ha, dan meminta ke BPN Pesawaran agar mengembalikan hak tanah adat makhga Way Lima sesuai dengan surat Pusaka yang di berikan kebandakhan putih.

” kami hanya ingin meminta Hak kami yang tersisa, itupun tidak semuanya, yang kami Soal ini Lahan Sawah yang Tersisa, Bukan pekarangan atau tanah yang sudah ada Rumahnya, dan perlu Masyarakat Tahu Bahwa Kami Bukan mengarang Cerita atau meng ada-ada, ini kami punya Bukti Surat Kepemilikan Atas Hak Tanah Adat Tersebut” tegasnya.

Dalam hal ini Kepala seksi penanganan masalah dan pengendalian pertanahan BPN Pesawaran Candra Cahyadi saat di konfimasi di ruagan kerjanya mengatakan, membenarkan adanya rombogan dari tokoh adat datang ke BPN untuk mempertanyakan masalah tanah adat yang ada di desa sedang garut dusun rawa kijing, dan membenarkan tanah tersebut sudah mengeluarkan sertifikat melalui program prona tahun 2011.

” BPN mengeluarkan sertifikat berdasarkan ada surat permohon dari desa dan berdasarkan surat keteragan dari desa tentang tanah itu, dan tidak ada masalah, apabila ada gugatan seperti saat ini maka kami dari BPN tidak bisa mengugurkan sertifikat tersebut sebab itu kewenagannya ada di kanwil dan pengadilan” kilah candra cahyadi.

Lanjut candra cahyadi, BPN hanya sebatas memfasilitasi permusuaratan antar adat dan masayarakat yang telah menerima surat sertifikat karna yang dapat menentukan pengadilan.

”kami dari BPN akan menfasilitasi pertemuan antara tokoh tokoh adat dengan masyarakat ,BPN hanya sebagai mediator saja, dan apabila nantinya ada kesepakatan dari kedua belah pihak itu lebih bagus kalau memang tidak ada ke sepakatan pada saat musyawarah silahkan ke pengadilan dan BPN tidak bisa menentukan itu tanah siapa yang punya, karn wewenang pengadilan”tegasnya.( Syah ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *