Pemerintah Lirik Rawa Singkil, LAE TREUP, SM Satwa Jadikan Destinasi Wisata Dunia

oleh -24 views

Pemerintah Lirik Rawa Singkil, LAE TREUP, SM Satwa Jadikan Destinasi Wisata Dunia

Ginews Aceh Singkil, Hutan Rawa Singkil Lae Tereup, Adalah bagian dari Kawasan Ekosistem Leuser dan merupakan surga dari berbagai satwa liar endemik yang dilindungi.

Didalamnya ada Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, Orang Utan, Buaya, Beruang Madu, Kucing Emas, Mentok Rimba, Gibbon, Siamang, Kedih, Rusa, Kijang, Rangkong Badak, dan Bangau Tong-tong.

Hanya memerlukan waktu 15 menit perjalanan dari pusat Kabupaten Aceh Singkil menuju lokasi, ucap salah seorang pencari ikan di sungai Lae Treup, Rabu 22/08/2019.

Bisa menggunakan Kendaraan roda dua dan speedboat, dengan menelusuri sungai yang membentang luas.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Tahun 2016, Luas Suaka Margasatwa Rawa Singkil ditetapkan menjadi 81.802,22 hektare.

Dan Hutan Rawa Singkil juga sebagai hutan rawa terbaik dunia, karena masih terjaga dan masih alami. Serta cocok untuk tujuan utama berwisata alam.

Wakil Bupati Aceh Singkil H Sazali.S,Sos menjelaskan bahwa saat Lae Tereup menjadi pusat perhatian pemerintah.

“Bagaimana tidak. Hutan Rawa Singkil satu-satunya hutan yang terjaga keasriannya di dunia.

Dapat dijadikan obyek wisata internasional bila dikelola dengan sungguh-sungguh,” katanya.

Mengenai Hutan Rawa Lae Tereup, keseluruhannya akan ditangani Kemenko Kemaritiman bekerjasama dengan instasi terkait.

” Saat ini kita belum tahu secara pasti apa yang akan dikembangakan depan, Namun secara sederhana untuk sementara kita akan bangun terminal di daerah.

Tempatnya di Desa Kilangan untuk start para turis nantinya memulai perjalanan ke Hutan Rawa Lae Tereup,” ucap Sazali.

Pemerintah tingkat dua atau pusat juga akan menyiapkan speedboat rawa sebagai alat transportasi bagi turis.

“Saat ini yang menjadi perhatian utama ialah di segi pengamanannya dari perambah-perambah hutan.

Dan itu diupayakan tidak ada lagi perambahan hutan dengan pengawasan yang ketat.

Namun masyarakat yang menggantungkan mata pencahariannya di rawa Lae Treup tersebut kita akan mengusulkan ke Pemerintah Pusat agar dicarikan solusi pekerjaan yang lain,” urar Sazali.

Ia menambahkan, dengan keberadaan Hutan Rawa Lae Tereup dijadikan sebagai kawasan penyangga Danau Toba, Bukan tanpa alasan.

Dari hasil penelitian, bahwa apabila Hutan Rawa Singkil rusak maka daerah-daerah dingin di wilayah Sumatera akan menjadi panas.

Pemerintah daerah sudah menyampaikan laporan dan usulan kepada Pemerintah Pusat.

Dalam hal ini Pemerintah Pusat telah menurunkan Deputi Menteri Kemritiman dan beberapa pengusaha.

“Jadi pengembangan pariwisata di Singkil nantinya secara pembangunan insfratruktur, regulasi, dan lain lain ditangani oleh pemerintah Provinsi dan Pusat.

Sedangkan untuk pengembangan Parawisata itu sendiri kita harapkan dari pihak swasta baik pengusaha nasional maupun pengusaha lokal,” pinta Sazali.

” (HTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *