Warga Pekon Tekad Kecamatan Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus, Atizah Balita Penderita Hidrosefalus Butuh Uluran Tangan

oleh -0 views

Warga Pekon Tekad Kecamatan Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus, Atizah Balita Penderita Hidrosefalus Butuh Uluran tangan

Tanggamus – Atizah, bayi berusia empat tahun hanya bisa berbaring di tempat tidur. Sebab ukuran kepalanya lebih besar dari bentuk tubuhnya yang mungil.
Diduga bocah tersebut menderita hidrosefalus. Nahasnya lagi, penyakit itu sudah diderita Atizah sejak dalam kandungan. Dan sampai usianya empat tahun belum pernah ditangani medis.
“Begitu dia lahir memang sudah begitu (kepalanya lebih besar), makanya waktu Atizah dilahirkan Melalui operasi sesar katanya biar tidak makin parah,” ujar Sulaiman, kakek dari Atizah, Sabtu (24/08/2019) dikediamannya.

Warga Pekon Tekad, blok III, Kecamatan Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus, menceritakan dulu Atizah coba pernah dioperasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Moeloek, Bandar Lampung Provinsi Lampung.
Saat itu usianya belum genap setahun lantas pihak Rumah Sakit memasukannya dalam Inkubator.
Setelah 20 hari, operasi belum juga dilakukan. Pihak keluarga mulai gelisah karena harus menanggung hidup menjaganya selama di rumah sakit. Akhirnya berdasarkan putusan keluarga besar, Atizah di bawa pulang.
“Waktu itu juga pertimbangan kami, anak ini masih kecil, berat rasanya kalau harus dioperasi. Akhinya dibawa pulang dan sampai sekarang tidak pernah lagi periksa ke rumah sakit,” ujar Kakek Atizah Sulaiman.

Ia mengaku, pengobatan hanya dilakukan secara alternatif. Namun keluarga mengakui hasilnya tidak dapat menyembuhkan Atizah dari penyakit tersebut.
Untuk saat ini, sebenarnya keluarga berharap ada kesempatan pertolongan lagi kepada putri dari Dini, atau ibunya yang berstatus janda. Sebab usaha yang selama ini ditempuh tidak membuahkan hasil.
“Dari Puskesmas sudah pernah melihat dan bilang, ini bisa disembuhkan,” terang Kakek Atizah Sulaiman.

Kakek Atizah Sulaiman mengaku untuk saat ini, dirinya memang berharap untuk Penanganan Medis. Namun untuk itu perlu Dana dan juga Pengaktifan kembali BPJS yang sudah Non Aktif sekitar tiga tahun lalu.
“Waktu itu tidak bayar BPJS lagi karena berat bayarnya. Sebab keperluan Atizah juga banyak seperti susu, pempers, makannya. Sedangkan dalam BPJS ada enam orang, satu keluarga, bayar tiap bulan, tidak boleh satu orang saja,” terang Kakek Atizah Sulaiman.

Kakek Atizah Sulaiman mengaku, selama ini bekerja sebagai petani kebun dengan hasil tahunan, lalu membuka warung, dan sebagai tukang ojek. Pendapatan itu hanya bisa untuk keperluan hidup, keperluan Atizah.
“Kalau bisa minta bantuan kepada Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Provinsi untuk dapat membantu biaya Operasi. Pokoknya bagaimana usahanya, untuk hasilnya nanti bagaimana kami Iklas, yang penting usaha sudah dilakukan,” terang Kakek Atizah Sulaiman.(Heri Apriyanto).

Warga Pekon Tekad Kecamatan Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus, Atizah Balita Penderita Hidrosefalus Butuh Uluran tangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *