BBM Yang Menjadi Kebutuhan Setiap Kendaraan R-2/R-4 Mulai Menuai Keluhan Dari Sejumlah Warga Sinjai

oleh -2 views

Bahan Bakar Minyak (BBM) Yang Menjadi Kebutuhan Setiap Kendaraan R2 mapun R4 Mulai Menuai Keluhan Dari Sejumlah Warga Sinjai, Terutama BBM jenis Premium.

Pasalnya, setiap hari sejumlah kendaraan harus mengantri untuk mendapatkan BBM subsidi tersebut,malahan hingga tengah malam pun kendaraan masih berjejer di salah satu SPBU yaitu di biringere bahkan adapula yang rela menunggu kedatangan mobil tangki Pertamina dengan harapan bisa mendapatkan premium tersebut.

Salah satu Masyarakat yang juga kebetulan pada saat itu ikut antri dan terpaksa menunggu kedatangan BBM karena katanya masih perjalanan jauh na sudah jam 10 malam khawatirnya kalau belum sampai di SPBU Bekeru na habis BBMnya.kalau mengisi di Pertamini dari segi takarannya masih di pertanyakan sebab pernah dulu mengisi dari pertamini karena takut habis BBM , dengan di isi 100 Liter tapi sepertinya ada perbedaan dari pengusaha dari SPBU tapi mungkin hanya itu saja ,tidak semua begtu jadi mendingan ikut menunggu sekaligus istirahat sejenak lah..# di katakan Salasatu Drivers Andi Anca yang dari Soppeng Mau ke Bulukumba

Sejumlah warga Sinjai pun menjadi Bahwa kehadiran pertamini juga salah satu penyebab atau dampak kelangkaan BBM Premium dikarenakan kuota yang disiapkan di sejumlah kabupaten khususnya di Panrita kitta, harus teralokasi kesebagian Pertamini yang dibuat para pengusaha ditepi jalan.

Lanjut pada hasil informasi ke team Global investigasi news Sinjai (Har) dari team BeritaBersatu (Anto) Sinjai Menyatakan bahwa Presidium Sinjai Geram , Awaluddin pada saat di temuin oleh team Berita Bersatu pada sabtu (24/8/19) malam disalah satu warkop, mengatakan pertamini yang ada di tepi jalan sebenarnya tidak teregistrasi atau ilegal, sehingga SPBU yang ada di Sinjai keteteran dan kewalahan memenuhi permintaan.

“Pertamini ini sebenarnya bermanfaat, tapi masih ada yang ilegal dikarenakan tidak punya izin sehingga harus ditertibkan dan diambil jalan tengahnya. Nanti pengaturannya akan masuk ke beleid (distribusi BBM lewat sub-penyalur),” ungkapnya.

Dijelaskan Awaluddin jika beleid itu nantinya tidak hanya mengatur standarisasi operasional pengecer, namun juga mengatur standar keselamatan Serta ke amanan,Dan Uji takaran serta legalitas badan usaha sub-penyalur. Dengan kata lain, nantinya badan usaha seperti Pertamini bisa menjadi badan usaha resmi asal mengikuti standarisasi pemerintah.

“Seharusnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DISPERINDAG) Sinjai harus peka dan cepat merespon terhadap permasalahan ini yang dihadapi warga agar tidak berlarut-larut. Apalagi dengan menjamurnya Pertamini atau pengecer yang ilegal di Sinjai, maka ini berpotensi terjadi penimbunan dimana-mana. Akibatnya masyarakat yang merupakan Pengguna secara langsung sulit untuk memenuhi hak kebutuhan BBM subsidi jenis premium, seperti beberapa hari belakangan ini,” jelasnya.

Olehnya itu, pihaknya berharap agar pemerintah pro aktif dan responsif dalam menyikapi dan mengakomodir Pertamini yang ada di Sinjai, sehingga keberadaan Pertamini bisa turut membantu masyarakat dengan membuat regulasi yang bisa mengatur keberadaan pertamini.

“Jadi sekali lagi harap Pemerintah daerah khususnya dinas terkait agar responsif dengan kebutuhan masyarakat sehingga fenomena yang terjadi di Sinjai bisa teratasi dengan cepat serta menghindari terjadinya kelangkaan di SPBU,”

Di tambahkan lagi bahw, Apalagi ada Regulasi dari pihak Pertamina terkait Larangan Masyarakat Untuk membeli atau mengambil dengan cara apapun ke SPBU Lalu di jual Kembali Karena BBM Subsidi jenis premium adalah salah satu untuk d peruntungkan pada pemakai langsung sebagai mana yang telah di atur dalam UUD No 22 tahun 2001 pasal 53 UU tentang migas”” bisa diancam pidana maksimal tiga tahun penjara dengan denda maksimal Rp 30 miliar,”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *