KARIAAN AGUSTUSAN, Lebih Dari 750 Orang Ikut Mengisi Acara Kariyaan Agustusan Dalam Kirab Budaya

oleh -0 views
KARIAAN AGUSTUSAN, Lebih Dari 750 Orang Ikut Mengisi Acara Kariyaan Agustusan Dalam Kirab Budaya

Dewan Budaya Kota Cimahi Dan Pemerintah Kota Cimahi mempersembahkan Kariaan Agustusan ” Nata Karya Gapuraning Rahayu ” Di meriahkan oleh lebih 750 pengisi acara yang tergabung di Dewan Seni Budaya Kota Cimahi Dalam : Kirab Budaya , Tari Kembang Tanjung Kolosal , Pencak Silat Kolosal , Fashion On The Street , Dongeng , Puisi Sunda Buhun , Reog , Musik , Pameran Seni Rupa , Kaulinan Urang Lembur , yang bertempat di Care Free Day Cimahi Jl Demang Hardjakusuma (Depan Kantor Wali Kota Cimahi) Minggu 25/08 2019.

Acara tersebut di buka oleh Wali Kota Cimahi Ir.Ajay.M.Priatna MM , dalam sambutan nya sekaligus membuka acara Kariaan Agustusan ” Nata Karya Gapuraning Rahayu ” ucapan terima kasih yang sebesar besarnya kepada panitia dan masyarakat Kota Cimahi yang sudah hadir dan ikut serta dalam perayaan Kariaan Agustusan , seni budaya merupakan asset bagi Kota Cimahi yang harus di bina dan di lestarikan agar Kota Cimahi punya ciri khas untuk menarik para wisatawan lokal khususnya.

Dalam acara tersebut hadir Ketua DPRD Kota Cimahi H. Achmad Gunawan SH MH dalam sambutannya mengatakan bangga terhadap Pemerintah Kota Cimahi yang di tindak lanjuti oleh Kadisbudparpora Budi Raharja untuk mengakomodir, mengadopsi serta inisiatif para pelaku seni yang ada di kota Cimahi.

Kota Cimahi tidak mempunyai sumberdaya alam yang luas tapi Cimahi hanya memiliki sumberdaya manusia yang harus di fasilitasi oleh Pemerintah Kota Cimahi, anggaran, respon warga masyarakat Cimahi harus di sediakan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Cimahi, kegiatan tidak hanya seperti ini saja bisa di hari besar yang lainnya, dihimbau masyarakat membuat komunitas religi misalnya untuk memperingati hari besar Islam yang di fasilitasi oleh pemerintah kota Cimahi.

Kadibudparpora Budi Raharja juga mengatakan Cimahi tidak mempunyai sumberdaya alam tapi Cimahi memiliki sumber daya manusia melalui seni budaya untuk menarik wisatawan lokal , konsep selanjutnya Pemerintah Kota Cimahi di bulan November akan menggelar seperti ini, Dinas Budparpora bekerja sama dengan DSB (Dewan Seni Budaya) dengan komunitas seni lainnya sudah bersinergis untuk membuat obyek wisata seni di Kota Cimahi.

Lebih dari 750 orang ikut mengisi acara Kariyaan Agustusan dalam Kirab Budaya Tari Kembang Tanjung Kolosal, Pencak Silat, Musik dan lainnya diselenggarakan oleh Dewan Seni Budaya Kota Cimahi dan Pemerintahan Kota Cimahi berlangsung hari Minggu pagi Tanggal 25 Agustus 2019 dimulai dari jam 06.30 WIB sampai dengan pukul 10.00 WIB

Dewan Seni Budaya (DSB) Kota Cimahi sebagai Organisasi Induk Komunitas Seni dan Budaya di Kota Cimahi kembali menggelar berbagai pertunjukan seni dan budaya.

Kegiatan yang sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke – 74 ini kali bertajuk Kariyaan Agustusan 2019, digelar Minggu, 25 Agustus 2019 pukul 07.30-10.00 WIB di Car Free Day, Jalan Raden Demang, Pemkot Cimahi.

Kariyaan Agustusan digagas sebagai ajang silaturahmi seniman dan budayawan dengan masyarakat ini di gelar sepanjang jalan Raden Demang di kawasan Pemkot Cimahi dengan menyugukan Kirab Budaya, Tari Kolosal, Pencak Silat Kolosal, Melukis Bersama, Musik, Dongeng, Puisi, dan Fashion.

Ketua Panitia Kariyaan Agustan 2019, Dewi Rengganis mengatakan kegiatan ini digagas oleh emak-emak yang aktif di DSB Kota Cimahi.

Ia berharap setiap bulan Agustus di Kota Cimahi punya kegaiatan bersama gelar pertunjukan seni dan budaya yang bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Kota Cimahi dan masyarakat di luar Kota Cimahi.

“Selain menunjukan potensi seni dan budaya yang dimiliki, DSB ingin Kariyaan Agustusan ini menjadi salah satu kegiatan rutin tingkat kota sekaligus sebagai destinasi Pariwisata Kota Cimahi berbasis budaya.

Lebih lanjut Dewi mengatakan, sebanyak 700 pelaku seni dan budaya Kota Cimahi terlibat langsung tanpa diberi honor.

Semua yang terlibat mengusung spirit kerelawanan dari para pahlawan yang telah berjasa memerdekakan dan mempertahankan Kemerdekaan RI.

Sebagai daya tarik diantaranya kami gelar Kirab Budaya dengan peserta dari berbagai Komunitas Seni dan Budaya di Kota Cimahi, Tari Kolosal Kembang Tanjung yang melibatkan 250 penari dan Pencak Silat Kolosal,” ujar Dewi.

“Keberlangsungan Kariyaan Agustusan 2019 sepenuhnya berbasis relawan dan gotong royong. Kami tidak dibiayai dari Alokasi Khusus APBD Kota Cimahi. Semua biaya urunan dari para pelaku seni budaya dan sedikit donasi dari beberapa pihak,” kata Dewi.

Hermana HMT, Seniman Kota Cimahi juga Konsultan Kegiatan Kariyaan Agustusan 2019 menambahkan, bahwa potensi seni dan budaya Kota Cimahi terbilang banyak.

Dalam upaya pemajuan kebudayaan daerah melalui pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan sangat dibutuhkan ruang-ruang ekspresi sebagai media komunikasi antara pelaku budaya dan masyarakat penyangga dan penerima manfaatnya.

“Ajang Festival Seni dan Budaya seperti halnya gelar Kariyaan Agustusan merupakan bagian penting dalam menyediakan ruang komunikasi antar pelaku seni dengan pelaku seni, juga antar pelaku seni dengan penikmatnya,” ujar Hermana

Lanjut Hermana, kegiatan seperti ini harus menjadi agenda rutin.  Harapan besar yang terlibat bukan hanya pelaku budaya saja. Sesuai amanat UU Pemajuan Kebuadayaan Nomor 5 Tahun 2017 Pemerintah Daerah-pun berkewajiban ikut andil terutama dalam pengaturan regulasi, penyedia sarana dan prasarana.

“Belakangan ini perhatian Pemerintah Kota Cimahi sudah menunjukan kepeduliannya pada memajukan kebudayaan kotanya berupa adanya ajang pasanggiri seni, beberapa kegiatan gelar seni dan anugerah budaya.

Namun pengelolaannya masih dilakukan sendiri oleh dinas terkait. Kedepan diharapkan ajang seperti itu bisa diserahkan atau dikerjasamakan dengan induk organisasi seni budaya daerah yaitu Dewan Seni Budaya Kota Cimahi sehingga tiap penyelenggaraan kegiatan lebih maksimal digarap,” jelas Hermana.

Hermana tegaskan, selama ini sinergitas DSB dengan pemerintah Kota Cimahi belum berjalan dengan baik, sehingga pemajuan kebudayaan Kota Cimahi terkesan seremonial dan tidak mengakar di kehidupan masyarakat kota, apalagi menjadi destinasi pariwisata yang imbasnya tumbuhkan industri kreatif.

Semoga kedepan sinergitas DSB dan Pemerintah Kota Cimahi bisa lebih dimaksimalkan, pemajuan kebudayaan lebih tergarap dan ajang-ajang festival seperti Kariyaan Agustusan dapat dukungan dari berbagai pihak, baik secara moril, kebijakan dan finansial yang memadai.

Nilai-nilai luhur dan nilai ekonomi dari pemanfaatan kebudayaan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Acara tersebut dihadiri oleh Walikota Cimahi Bapak H. Ir. Ajay M Priatna MM dan Ketua DPRD Kota Cimahi Bapak H. Achmad Gunawan SH. MH yang memberikan sambutan.

Isi dari sambutan tersebut adalah “Dengan Seni dan Budaya Bisa Menjadikan Daya Tarik Wisata”
KARIYAAN AGUSTUSAN merupakan wujud syukur dan sekaligus memeriahkan Kemerdekaan RI yang ke – 74 (Dadang & Dede/Net)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *