Pengurus PNA Lawan Irwandi, Wacana Kongres Luar Biasa Mencuat

oleh -0 views

Pengurus PNA Lawan Irwandi, Wacana Kongres Luar Biasa Mencuat

Pengurus PNA Lawan Irwandi, Wacana Kongres Luar Biasa Mencuat

Ginews Aceh Singkil, Kisruh di Internal Partai Nangroe Aceh (PNA) semakin memanas.

Wacana kongres Luar biasa pun mencuat, dengan agenda melengserkan Irwandi Yusuf dari posisi Ketua Umum Partai.

Dikutip dari salah satu media, Upaya pelengseran itu dilakukan setelah Irwandi mengangkat Isterinya, Darwati A Gani sebagai Ketua harian Partai menggantikan Samsul Bahri alias Tiyong, dan sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) menggantikan Miswar Fuady.

Pengangkatan tersebut dinilai melanggar anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai, sebab dilakukan tidak melalui rapat pleno.

Atas alasan itu, pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) membuat perlawanan.

Ketua Pengawas PNA, Abrar Muda, kepada awak media, Kamis 22/08/2019 mengatakan pemberhentian dan pengankatan ketua harian, sekjen PNA tidak sesuai AD/ART Partai, sehingga menimbulkan kekisruhan di internal partai.

Keadaan itu ditakutkan akan melahirkan persepsi negatif masyarakat terhadap PNA. Oleh karena itu pihaknya memandang perlu dilakukan Kongres Luar Biasa.

” Komisi Pengawas PNA memandang perlu sesegera mungkin dilaksanakanya kongres luar biasa untuk mengakhiri kekisruhan ” ungkap mantan panglima GAM Wilayah Lhok Tapaktuan Aceh Selatan ini.

Informasi diterima Media, beberapa pengurus DPW saat ini sedang membuat surat permintaan pelaksanaan kongres luar biasa, Surat tersebut nantinya akan dikirim ke DPP sebagai pihak yang berwenang melaksanakan kongres.

“Pengurus wilayah saat ini sedang mempersiapkan surat tersebut, ” ucanya.

“Saya pikir karena ini ketentuan Partai, otomatis ini harus dijalankan.

Sebenarnya yang kita luruskan bukan persoalan si A dan si B, tapi karena ini melanggar AD/ART Partai, makanya kita luruskan.

Ini juga keinginan DPW, ” tambah Fahlevi lagi.

Menurut mantan aktivis itu, sebenarnya keinginan penggantian Ketua Umun sudah pernah disampaikan pengurus Wilayah saat rapat Pimpinan (Rapim) PNA, kamis 25 Juli 2019. Namun oleh pengurus DPP, usulan itu ditahan sampai proses hukum Irwandi memiliki kekuatan hukum tetap (inkrah).

“Waktu rapim saja teman-teman wilayah sudah meminta itu, tapi kami tetap mengulur.

Ketua Tiyong sendiri yang mengatakan kalu kita butuh Pak Irwandi dan Pak Irwandi masih membutuhkan kita, ” ungkap Falevi didampingi Tarmizi MSI dan Muhammad MTA.

Tetapi, ketika dinamika internal Partai sudah menanas imbas dari keputusan Irwandi menggantikan unsur pimpinan partai, Falevi mengaku tidak bisa lagi membendung permintaan wilayah.

“Kita DPP terbuka dan akan menindak lanjutinya, ” ungkap dia.

*(HTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *