KNKS “Inisiasi” Kabupaten Bener Meriah Menjadi Pilot Projek Pengembangan Keuangan Syariah Indonesia

  • Bagikan

KNKS “Inisiasi” Kabupaten Bener Meriah jadi Pilot Projek Pengembangan Keuangan Syariah Indonesia

KNKS “Inisiasi” Kabupaten Bener Meriah jadi Pilot Projek Pengembangan Keuangan Syariah Indonesia

Global Investigasi.com Bener Meriah-Aceh.
Direktur Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) Ahmad Juwaini dan rombongan  melakukan kunjungan ke Kabupaten Bener Meriah, kadatangan Tim dari  KNKS tersebut disambut langsung oleh Kabag. Tapem  Khairmansyah, S.IP, M.Sc, sekaligus mewakili Plt. Sekda  di offroom Setdakab Bener Meriah, Selasa, 27/8/2019.

Dalam pertemuan antara Pemkab Bener Meriah dengan Rombongan KNKS Indonesia tersebut Khairmansyah mengatakan, kami mewakili pimpinan, seharusnya beliau hadir bersama kita,  tapi berhubung ada tugas keluar daerah yang tidak bisa diwakilkan, maka kami ditunjuk untuk mewakili, dan pimpinan menitipkan salam kepada KNKS yang hadir, sekaligus permintaan permohonan maaf dari beliau, kata Khairmansyah.

“Kami mewakili Pemerintah Daerah mengucapakan selamat datang  di Kabupaten Bener Meriah, perlu kami sampaikan sebagai gambaran umum  Kabupaten Bener Meriah terdiri dari 10 Kecamatan, 232 desa dimana warganya sangat majemuk namun hidup dalam keharmonisan, sesuai dengan visi Kabupaten Bener Meriah, yaitu Bener Meriah Islami, Harmoni, maju dan sejahtera, ucap Kabag Tapem tersebut.

Sementara dari KNKS yang langsung dipimpin oleh Direkturnya Ahmad Juwaini dalam pemaparannya menjelaskan, ini merupakan pertemuan dari tindak lanjut pertemuan KNKS dengan Bapak Bupati beberapa waktu yang lalu di Jakarta, ujar Ahmad Juwaini.

Direktur KNKS itu juga menejelaskan apa itu KNKS, KNKS adalah (Satuan Kerja) Satker di bawah Bappenas, jadi kegiatan-kegiatan di Bappenas banyak melibatkan KNKS, KNKS didirikan berdasarkan Kepres (Keputusan Presiden) No. 91/2016 dan langsung dipimpin oleh Presiden dan Wakil Presiden yang diluncurkan pada tanggal 27 Juli 2017 di Istana Negara Jakarta dengan tugas utama Mempercepat, memperluas dan memajukan pengembangan keuangan Islam untuk mendukung pembangunan ekonomi Nasional, urai Direktur KNKS Ahmad Juwaini

“Kami KNKS Ketuanya Presiden, Wakil Ketua Wakil Presiden serta mempunyai 10 Dewan Pengarah yang terdiri dari 6 Kementrian, 3 Regulator dan satu lembaga keumatan  tingkat Nasional”, jelasnya.

Lebih lanjuta Ahmad Juwaini, memaparkan, KNKS mempunya 10 program utama di tahun 2019 ini, yaitu, 1. Inisiasi Pendirian Perusahaan Investasi Syariah. 2. Penguatan Perbankan Syariah,3. Takaful World Class Operator, 4. Pengembangan Jaminan Sosial Syariah, 5. Marketplance Halal, 6. Sistem Pembayaran Digital Syariah, 7. Indonesian Network for Islamic Economic Studies (INIES), 8. Standarisasi dan Integrasi data Zakat Nasional, 9. Gerakan Indonesia Ramah Zakat dan 10. Standarisasi Data BMT di Indonesia, sebut Ahmad Juwaini.

Sambungnya, pungsih KNKS dalam pengembangan Kuangan Syariah adalah, 1. Koordinasi, 2. Sinergi dan 3. Harmonisasi, untuk seluruh pengembangan ekonomi syariah di Indonesia peran kami adala mengkoordiansi dan sinergi dan hamonisasi, ujarnya

“Jadi maksud dan tujuan kami ke Bener Meriah adalah untuk mersepon apa yang disampaikan oleh Bupati “ingin dibantu pengembangan pembangunan di Kabupaten Bener Meriah melalui pendekatan instrument ekonomi dan keuangan syariah, untuk itu kami ingin mengetahui, mendalami seperti apa masaalah yang ada di Bener Meriah ini, kami juga ingin mendalami dampak dari Qanun Aceh tentang keuangan syariah di Bener Meriah, tentang pengelolaan Zakat, dan wakaf, Keuangan Mikro Syaria dan Koperasi Syariah, Tentang Bank-bank Syariah, Bumdes, dan Sektor Industri Halal  di Bener Meriah ini”, ungkapnya.

Seandainya dimungkinkan, kalau kita menemukan hal yang cocok dan tepat “Kami akan menginisiasi Kabupaten Bener Meriah untuk menjadi salah satu Pilot Projek pengembangan ekonomi syariah di Indonesia”, tegas Direktu KNKS Ahmad Juwaini.

Adapun dari KNKS  yang hadir adalah, Ahmad Juwaini (Direktur KNKS), Ni Putu Desinthya.A.A (Deputi DerectoIndustri Halal), Jamil Prathama Abbas Deputi Director Keuangan Inklusif), Urip Budiaro (Deputi Director Dana Sosial Keagamaan), Bagus Aryo (Deputi Director Keuangan Mikro Syariah), Eva Afifah Tsurayya (Analis Industri Halal), Amrial (Analis Dana Sosial Keagamaan) dan Abiyyah (Analis Industri Halal). Sedangkan dari Pemda dihadiri oleh Perwakilan dari masing-masing SKPK terkait, dan para Kabag Setdakab Bener Meriah.
Tim KNKS ini akan berada di Bener Meriah selama 3 hari . (Pujo)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: