Lahan Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah & Kendaraan Bantuan PIPPK TA. 2015 Kelurahan Sadangserang Mangrak Mengganggu Warga

  • Bagikan

Lahan Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah & Kendaraan Bantuan PIPPK TA. 2015 Kelurahan Sadangserang Mangrak Mengganggu Warga

Lahan Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah & Kendaraan Bantuan PIPPK TA. 2015 Kelurahan Sadangserang Mangrak Mengganggu Warga

Global Investigasi News – Kota Bandung ■ Sungguh Ironis kendaraan bermotor roda tiga bantuan dari Dana PIPPK TA. 2015 yang seharusnya digunakan sesuai peruntukannya ini malah dibiarkan mangkrak diatas lahan milik warga.

DANA PIPPK atau Program Inovasi Pemberdayaan Pembangunan Kewilayahan di Kota Bandung menjadi salah satu program unggulan Pemkot Bandung. Pada zaman Pemerintahan Wali Kota Ridwan Kamil, Program ini populer dengan nama ”100 Juta per RW”.

Menurut keterangan Sunarto Warga RT 05 RW 20 Kelurahan Sadang Serang Kecamatan Coblong Kota Bandung saat ditemui Wartawan GINEWS mengeluhkan bahwa keberadan kendaraan tersebut sangat menggangu, “ini sudah saya kasih tahu jangan menyimpan kendaraaan tersebut di depan halaman rumah saya apalagi lahan tersebut dijadikan tempat untuk pembuangan sampah, ini jelas sangat mengganggu !!!, selain kotor dan bau hingga menyengat hidung, lingkungan juga menjadi kumuh”, katanya.

Lebih lanjut Sunarto menegaskan, “ini sudah saya bersihkan tapi masih tetap ada yang buang sampah dilahan depan rumah maka dari itu saya minta secepatnya kendaraan itu diangkut dan kepada warga jangan membuang sampah ditempat itu karena itu bukan tempat pembuangan sampah, alangkah baiknya kalau lahan tersebut dibuatkan taman untuk anak anak bermain jadi kelihatannya indah tidak terkesan kumuh”, jelas Narto.

Keluhan dari warga masyarakat selanjutnya di konfirmasikan kepada Iskandar, Kasi Trantib Kecamatan Coblong Kota Bandung, Selasa (10/09), menurutnya bahwa apa yang menjadi temuan sangat baik diinformasikan langsung, “Terimasih atas informasinya Insya Allah akan kami tindak lanjuti, saya akan rapatkan dan laporkan langsung ke Pak Camat dan Pak Lurah untuk di ketahui dan masalah itu sudah seharusnya diselesaikan karena menyangkut K3, ya nanti kami bersama Gober akan menindaklanjutinya atas perintah pimpinan”, kata Iskandar.

Lebih lanjut Ia mengatakan, ” ini sudah ada jawaban dari pihak kelurahan melalui WhatsApp, ( Ini kang jawaban Staf Pak Lurah,  Kang Asep, Terima kasih atas informasinya. Perlu kami sampaikan setelah kami klarifikasi kepada forum RW Kelurahan Sadang Serang bahwa Ketua RW 20 RT 05 Kelurahan Sadangserang motor Triseda RW 20 didiamkan di wilayah RT 05 betul itu, tapi disitu ada Triseda itu 2 (buah) satu punya RW 20 satu punya RW 21 memang milik RW 21 disimpannya di wilayah RT 05/20 memang yang jarang di operasikan itu milik RW 21 sedangkan Triseda milik RW 20 selalu operasional boleh di ke TKP. saran kami dari pihak kelurahan agar permasalahan ini dapat di klarifikasi terlebih dahulu kepada pihak RW/RT bersangkutan dan konfirmasi supaya ada kejelasan dan kebenaranya. Haturnuhun)”, kata Iskandar melalui pesan WhatsAppnya. (Red)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: