Lurah Sadang Serang Kota Bandung Rangkul Semua Pihak Selesaikan Permasalahan Guna Mencari Win Win Solution

oleh -29 views

Hasan Arifin, Lurah Sadang Serang Yang Baru Rangkul Semua Pihak Selesaikan Permasalahan Guna Mencari Win Win Solution

Ginewstvinvestigasi.com ■ Bandung – Seringkali terjadi konflik di masyarakat dengan beberapa penyebab. Diantaranya adalah konflik yang terjadi antar kelompok seperti  percecokan dan semacamnya. Atau konflik yang melibatkan beberapa pihak karena masalah sepele tapi membesar karena masing-masing tersulut emosi.

Atau juga bisa terjadi konflik yang berawal dari ujaran-ujaran di media sosial yang dimulai dari hal sepele yang kemudian merembet ke hal-hal serius dengan mengolok-olok ditambah yang mengesalkan hati merupakan kebiasan buruk yang selalu trend di media sosial. Kebiasaan buruk ini kemudian menyulut emosi sampai kesalahfahaman dan tak jarang berakhir di Kantor Polisi.

Jika tidak mengindikasikan pelanggaran pidana berat biasanya pihak kepolisian menyarankan adanya dialog antar dua pihak. Artinya kedua belah pihak diharapkan bisa bermusyawarah agar mendapatkan titik temu atau solusi.

Permasalahan yang kini sedang di hadapi oleh warga di Kelurahan Sadang Serang Kota Bandung juga mendapati beberapa pihak yang terlibat di dalam permasalan terkait lahan kosong dijadikan tempat pembuangan sampah dan parkir kendaraan, pihak Kelurahan Sadang Serang memberikan ruang kepada para pihak agar bernegosiasi guna bermusyawarah mencari mufakat. Ini yang disebut proses mediasi. Para pihak diharapkan dapat berdialog atau musyawarah untuk mencari solusi bersama berdasarkan win win solutions dan difasilitasi oleh Kelurahan, Senin (16/09).

Musyawarah sebenarnya adalah inti solusi dari berbagai permasalahan mulai dari yang kecil sampai ke hal yang pelik.

Intinya adalah adanya negosiasi atau musyawarah. Musyawarah penting karena hal itu dapat memecahkan persoalan yang dihadapi dengan keadaan damai.

Sebagai Bangsa, Rakyat Indonesia dan Negara juga begitu. Pemerintah sering harus mencari titik temu terbaik untuk rakyatnya. Karena itu mereka bermusyawarah dengan beberapa pemangku kepentingan mulai dari tingkat atas hingga tingkat bawah diantaranya seperti para Ketua RW yang tergabung dalam Forum RW dan Ketua RT, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan warga setempat. Dengan begitu semua pihak bisa dalam situasi yang baik dan damai.

Baca juga : https://globalinvestigasinews.id/lahan-dijadikan-tempat-pembuangan-sampah-kendaraan-bantuan-pippk-ta-2015-kelurahan-sadangserang-mangrak-mengganggu-warga/

Terkait pemberitaan ginewstvinvestigasi.com sebelumnya pihak Kelurahan Sadang Serang Kecamatan Coblong Kota Bandung secara pro aktif langsung mengajak dan merangkul semua pihak untuk duduk bersama mencari solusi guna menyelesaikan permasalahan yang ada di lingkungan RT 05 RW 20 atas informasi dari Sunarto mengenai lahan kosong dan sampah, “Insya Allah kami selaku Lurah dibantu juga oleh Bhabinkamtibmas, Babinsa, Linmas, para Ketua RT dan Ketua RW serta Warga Masyarakat akan turun langsung ke lapangan untuk menyelesaikannya, ini masalah sebenarnya hanya miss komunikasi saja yang bisa secepatnya di selesaikan, masalah ini menurut cerita Basmah anaknya Pak Sunarto sudah terjadi pada Tahun 2018 lalu”, kata, Hasan Arifin yang baru menjabat Lurah Sadang Serang sekitar 5 bulan yang lalu.

Dalam pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Lurah beserta Jajaranya, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Forum RW, Ketua RT 05 dan warga masyarakat Kelurahan Sadang Serang sekitar 20 orang.

Dari keinginan pihak Sunarto beserta keluarganya agar lahan tersebut tidak dijadikan areal tempat untuk membuang sampah dan dijadikan sebagai tempat parkir kendaraan sedangkan di sisi lain Ijang Supriyadi Ketua RW 20 konon katanya sudah meminta izin kepada Bapak Nunung selaku pemilik lahan untuk menyimpan kendaraan motor triseda, “Saya sudah meminta izin kepada Pak Nunung selaku pemilik lahan dan Ia mengizinkannya, jadi saya anggap tidak bermasalah karena lahan itu bukan milik Pak Narto”, katanya.

Sedangkan dari pihak Pak Narto mempunyai keinginan agar lahan tersebut alangkah indahnya kalau dijadikan seperti taman, “memang betul itu bukan lahan milik saya namun persis depan rumah saya jadi terkesan kumuh apalagi bau sampah dan pembakaran asapnya sampai masuk ke rumah, anak saya merasa terganggu apalagi sekarang sedang hamil khawatir mengganggu kesehatannya” kata Narto didampingi oleh putrinya.

Permasalahan inilah yang sedang dibahas bersama didalam pertemuan tadi di Aula Kelurahan Sadang Serang, mudah mudahan dalam waktu dekat ini bisa selesai semuanya dan semua pihak bisa menerima dengan lapang dada. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *