Diduga Ada Kongkalingkong Puluhan Truck Parkir Dimuka Kantor Dewan Barito Utara

oleh -1 views

Diduga Ada Kongkalingkong Puluhan Truk Parkir Dimuka Kantor Dewan Barito Utara.

Muara Teweh GI News

Puluhan pengemudi truk angkutan memarkirkan truk mereka didepan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Barito UtaraSelasa (17/9/2019).

Kejadian tersebut membuat sebagian pengguna jalan raya terutama protokol A.Yani dibuat bertanya – tanya, pasalnya puluhan mobil dump truk parkir di depan kantor DPRD hingga depan kantor bupati Barito Utara Kalimantan Tengah.

Usut punya usut parkir nya kendaraan jenis truk ini ada kaitannya dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh BPBD Milan nomor 3865 E/KA BPH/2019 tentang pengendalian kuota JBT tahun 2019, terhadap penggunaan solar bersubsidi.

Hal tersebut membuat gerah para pemilik dump truk di Kabupaten Barito Utara Kalimantan Tengah dan sepakat mendatangi kantor para wakil rakyat untuk menyuarakan aspirasi mereka.

Salah satu perwakilan pemilik dan sopir dump truk, Junnu kepada awak media mengatakan, kedatangan mereka ke DPRD yang dianggap mewakili mereka adalah untuk meminta kebijakan dari pemerintah daerah, DPRD, pengelolaa SPBU /APMS yang ada di Barito Utara agar bisa memberikan jatah pengisi BBM solar bersubsidi perhari lebih dari yang tertera di surat edaran bahwa mobil jenis dump truk hanya boleh mengisi BBM 30 litet/hari.

“Sementara kebutuhan terhadap BBM, khususnya solar bersubsidi melebihi dari yang tertera di surat edaran tersebut, yakni sekitar 50 atau 60 liter perhari, sehingga untuk menutupi kekurangan tersebut harus membeli di eceran dengan harga hampir 100 persen naik daripada di SPBU/APMS”, terang Junnu, Selasa (17/9/2019).

Hal ini dikuatkan oleh temannya, Atak HD Dikatakannya, kalau di eceran harga solar bervariasi dari Rp. 10.000 – 11.000/liter, padahal di SPBU hanya Rp. 5.150/liternya, hal ini lah yang dianggap merugikan bagi mereka karena kalau ter paksa membeli di eceran maka sangat tipis keuntungan yang didapat, belum lagi kalau ada kerusakan alat atau mesin, dipastikan tidak akan mencukupi biaya operasional nya.

Sementara itu saat mau mengisi solar ke SPBU/APMS sangat sulit dan langka, ini mungkin dikarenakan adanya kongkalingkong pihak SPBU, karena beberapa truk dengan keadaan hampir tidak layak pakai masih lancar mengisi bahan bakar di sana.

“Kami mencurigai adanya hal yang kurang beres karena ada ketimpangan atau keberpihakan pemilik SPBU terhadap truk- truk”, kata Atak HD.

Oleh sebab itu pihaknya meminta kepada Anggota Dewan Barito Utara agar dapat memikirkan nasip mereka.(Bbg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *