DEPUTI DAYAMAS BNN BERI BIMTEK PENGGIAT ANTI NARKOBA DI KABUPATEN BIREUN

oleh -0 views

DEPUTI DAYAMAS BNN BERI BIMTEK PENGGIAT ANTI NARKOBA DI KABUPATEN BIREUN

Bireun,ACEH,- ginewstvinvestigasi.com
Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN RI melalui Subdit Lingkungan Pendidikan dalam rangka melaksanakan upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) kembali melaksanakan Bimbingan Teknis Penggiat Anti Narkoba Bidang P4GN Lingkungan Pendidikan di Kabupaten Bireun Provinsi Aceh.

Kegiatan Bimtek tersebut dilaksanakan di ruang Teuku Umar Hotel Mouligoe Bireun selama dua hari (18-19/09) yang dihadiri sekitar 45 orang peserta yang terdiri dari para Guru sekolah menengah, Dosen dan tenaga pengajar di lingkungan pendidikan se Kabupaten Bireun Aceh.

Kasubdit Lingkungan Pendidikan Deputi Dayamas, Wildah, Di, M.Si mewakili Deputi pada hari rabu (18/09) telah membuka Kegiatan Bimbingan Teknis Penggiat Anti Narkoba Bidang P4GN Lingkungan Pendidikan dimana kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman bagi para Penggiat Anti Narkoba guna mensinergikan program pemberdayaan masyarakat dalam upaya P4GN serta untuk mensukseskan program Grand Design Alternative Development Tahun 2019-2025 di Provinsi Aceh.

Pada kata sambutan Deputi Dayamas yang dibacakan ibu Wildah Dj, M.Si menyatakan bahwa permasalahan narkoba merupakan tanggungjawab kita bersama. Kabupaten Bireun merupakan salah satu daerah di wilayah Provinsi Aceh yang menjadi target dan perhatian dari BNN dalam upaya P4GN bersama dengan Kabupaten aceh Besar dan Kabupaten Gayo Leus.

Berdasarkan penelitian BNN dan UI tahun 2017 menyatakan bahwa Tingkat prevalensi penyalahgunaan narkoba di Provinsi Aceh mencapai 1,69% atau sekitar 63.032 orang.
Hal ini terjadi karena Provinsi Aceh merupakan daerah lintas peredaran dan perdagangan gelap narkoba jaringan Internasional yang menjadi harus perhatian kita semua selaku anak bangsa yang peduli terhadap NKRI dan generasi millenialnya.

Dalam rangka upaya P4GN beberapa program yang dilakukan Deputi Dayamas antara lain melalui kegiatan alih fungsi lahan ganja menjadi lahan pertanian produktif dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat agar tidak lagi mengedarkan dan menyalahgunakan narkoba di Aceh khususnya di Kabupaten Bireun.

Upaya lain yang dilakukan dalam rangka pemberdayaan kawasan rawan narkoba di Aceh adalah melalui peluncuran tokostopnarkoba.com yang menjual hasil karya warga binaan BNN yang akan terus dipromosikan keseluruh wilayah baik di dalam dan luar negeri sehingga diharapkan program pemberdayaan masyarakat dapat terwujud, ungkap Ibu Wildah.

Seperti kita ketahui bersama bahwa lingkungan pendidikan merupakan mitra strategis dalam penanganan permasalahan narkoba yang menyasar pelajar dan mahasiswa, sehingga diharapkan para pendidik di Kabupaten Bireun dapat bekerjasama dengan BNN guna melakukan upaya-upaya pencegahan primer dan sekunder untuk menjaga dan menyelamatkan masa depan generasi muda bangsa dari bahaya narkoba.

Para dosen, guru dan ustadz harus bisa berperan aktif dalam membentuk sikap, karakter, pengetahuan dan ketrampilan anak didiknya sehingga dapat mengimplementasikan program P4GN secara mandiri dan berkesinambungan melalui peran sertanya sebagai Penggiat Anti Narkoba di lingkungan pendidikan.

Pencegahan bahaya narkoba melalui pendidikan secara berjenjang dapat dilakukan dengan menyiapkan materi anti narkoba pada mata kuliah sebagai implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN Tahun 2018-2019 untuk meningkatkan kewaspadaan akan bahaya penyalahgunaan narkoba.

Akhirnya, melalui upaya yang dilakukan Deputi Dayamas tersebut diharapkan generasi muda di Kabupaten Bireun dapat terhindar dari ancaman bahaya narkoba.

“Bersama-sama dengan seluruh komponen masyarakat khususnya di lingkungan pendidikan diharapkan upaya P4GN dapat berjalan lancar dan tercapai target Provinsi Aceh yang bebas dari Narkoba”, tutur Kasubdit Lingdik.

Setelah acara pembukaan Bimtek dilanjutkan dengan pemberian materi oleh para narasumber yang berasal dari Jakarta dan Aceh.
(HNY@BirohumasdanprotokolBNNRI) Rep: mansyur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *