KASUBDIT LINJAMAS BNN BERIKAN MATERI STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM P4GN KEPADA PENGGIAT ANTI NARKOBA KABUPATEN BIREUN

oleh -2 views

KASUBDIT LINJAMAS BNN BERIKAN MATERI STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM P4GN KEPADA PENGGIAT ANTI NARKOBA KABUPATEN BIREUN

Bireun,ACEH – ginewstvinvestigasi.com
BNN RI melalui program pemberdayaan masyarakat mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis Penggiat Anti Narkoba Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bagi Lingkungan Masyarakat yang terdiri dari tokoh masyarakat di Kabupaten Bireun.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kupula Hotel Mauligoe Bireun, Rabu (18/09) dimana sebelumnya kegiatan tersebut telah dibuka oleh Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN RI.

Kabupaten Bireun merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Aceh yang menjadi target Program Grand Design Alternative Development (GDAD) BNN RI hingga tahun 2025 dengan pertimbangan bahwa Kabupaten Bireun menjadi salah satu daerah di Provinsi Aceh penghasil ganja terbesar.

“Provinsi Aceh pertahun dapat menghasilkan sekitar 200 ton ganja, salah satu penghasilnya berasal dari daerah Bireun”, kata Kepala Sub Direktorat Lingkungan Kerja dan Masyarakat BNN RI Ricky Yanuarfi, SH., M.Si., ketika menjadi narasumber pada acara Bimbingan Teknis Penggiat Anti Narkoba di Bireun Provinsi Aceh, Rabu (18/09).

Ricky Yanuarfy mengatakan bahwa BNN hadir di Bireun saat ini, salah satunya yaitu untuk membangun kesadaran sehingga dapat bersama-sama untuk memberantas peredaran gelap narkotika dan antisipasinya.

Selain itu Ricky juga menyampaikan bahwa ada perubahan tren dalam hal peredaran narkotika di wilayah Provinsi Aceh.

“Saat ini di Aceh ada pergeseran dalam pengungkapan kasus, yang semula banyak mengungkap kasus ganja menjadi banyak pengungkapan sabu”, ungkap Ricky.

Fakta tersebut terbukti dengan tertangkapnya beberapa jaringan peredaran sabu yang berasal dari Aceh bahkan pernah tertangkap bandar besar yang berasal dari daerah Bireun.
Ricky berharap dengan adanya program ini Provinsi Aceh khususnya di Kabupaten Bireun setelah 2025 tidak masuk kembali pada program GDAD, namun jika hal tersebut tetap terjadi, maka masyarakat Bireun tidak mau berubah.

Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dengan sesi tanya jawab dari para peserta.
(HNY@Birohumasdanprotokolbnnri) Rep by: mansyur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *