IBU – IBU WARGA KUTAGALUH ASLI RAME – RAME NYUCI BAJU DI TERAS KANTOR CAMAT LAWE BULAN

oleh -2 views

IBU – IBU WARGA KUTAGALUH ASLI RAME – RAME NYUCI BAJU DI TERAS KANTOR CAMAT LAWE BULAN
.Aceh Tenggara –
Puluhan ibu- ibu warga Desa Kutagaluh Asli Kecamatan Lawe Bulan Kabupaten Aceh Tenggara, meluapkan kekesalan, kekecewaan dan kejengkelannya, dengan melakukan aksi demo dikantor camat lawe bulan dengan membawa cucian dan sekaligus nyuci di teras kantor camat, karena kurah lebih sudah dua tahun pamsimas dibangun tapi hingga saat ini tidak berpungsi.

Teriakan ibu – ibu yang demon di kantor camat lawe bulan, kalau ada orang yang menyatakan air pamsimas yang dari dana desa itu yang berada di desa kutagaluh asli sudah berjalan dan berfungsi itu bohong besar, alias munafik ” karena kami selaku masyarakat yang merasakannya, jelas salah seorang pendemo pada Wartawan media ini Rabu (18/9) di lokasi demo, warga tersebut tambahkan pada tahun pertama, warga sudah sampaikan pada BPK Kute, desa kutagaluh asli dan MHD Sabri, dipanggil BPK Kute untuk bertanggung jawab terhadap pamsimas, dan kepala desa mengakui dalam waktu dekat air pamsimas sudah berpungsi, jalan, warga menunggu beberapa bulan sampai sekang hasilnya nol besar itu dana desa jangan main – main.

Demikian juga dengan tahun kedua tidak juga di pungsikan air pamsimas tersebut demikian juga halnya MHD SABRI Kepala Desa kutagaluh asli dipanggil kembali oleh BPK Kute untuk mempertanggung jawabkan atas berpungsinya pamsimas yang dibangun sudah dua tahun tapi hingga saat ini tidak berfungsi, itupun menurut BPK Kute, kata Kades secepatnya akan memperbaiki pamsimas hingga dapat dipungsikan.

Selang beberapa menit Camat Lawe Bulan datang dan melakukan komunikasi dengan puluhan ibu ibu yang melakukan aksi demo, camat mengajak par ibu ibu yang lagih asik nyuci baju di ajak masuk keruang rapat, untuk mendengarkan keluhan para mak mak, setelah itu Camat memanggil dan menghadirkan MHD Sabri, Kepala desa kutagaluh asli untuk mempertanggung jawabkan janji janji yang disampaikan melalui BPK Kute selama ini, bahwasanya air pamsimas dapat dipungsikan oleh warga.

Ditempat terpisah, salah seorang masyarakat desa kutagaluh asli, yang enggan disebutkan namanya, sama sekali tidak mengetahui siapa ketua kelompok pekerja pamsimas, biasanya ada ketuanya, bahkan struktur kepengurusan pamsimas tidak pernah di pampangkan dipapan informasi, kalau sudah begini kejadiannya ketua kelompok pamsimas harus bertanggung jawab, ujarnya.(yisuf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *