APDESI MUHASABAH KE BALI !!! IKADES BOJONG ANGKAT BICARA ???

oleh -2 views

Pandeglang – Hampir setengahnya dari 326 jumlah Kepala Desa di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten belum lama ini melakukan kunjungan obsevasi dengan Daerah tujuan Desa Kutuh Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung Bali,Kunjungan dalam konteks Muhasabah (melakukan evaluasi menuju kearah perbaikan dalam koridor Pemerintahan.Red) atau bimtek atau istilah lain studi banding di motori langsung oleh Asosisasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Pandeglang.dari kunjungan tersebut beberapa narasumber dengan berbagai sudut pandangnya memberikan komentar beragam mulai dari sisi negative seperti penghamburan biaya yang sia-sia atau sebaliknya bahwa Muhasabah ke Pulau Dewata dirasa perlu lantaran untuk membangun suatu Pemerintaha Desa yang maju dan mandiri perlu melakukan obsevasi guna menyempurnakan kekurangan yang ada selama ini.

“Awal pekan lalu (23/9/19) Salah satu Peserta yaitu Ade Marji Kepala Desa Banyumas sekaligus Ketua Ikatan Kepala Desa (Ikades) Kecamatan Bojong Kabupaten Pandeglang mengatakan bahwa hasil dari muhasabah tersebut memiliki manfaat yang luar biasa terutama dari segi pembangunan yang spesifikasinya pada sumber daya manusia (SDM) contohnya dari sektor Pariwisata, Ekonomi,dan bidang lainnya’Kenapa Pariwisata di Bali maju,lantaran di dukung langsung oleh Pemerintah Daerah baik dari segi birokrasi maupun finansial,artinya Pemda setempat memberikan keleluasaan penuh kepada Desa untuk diolah dirawat sekaligus di pertahankan terutama dari segi keasriannya,Adapun soal penghasilan Pemda tidak turut campur bahkan mempersilahkan kepada Desa untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya.’ Ungkap Ade.

“Selanjutnya Ade mengatakan bahwa di Bali ada sebuah Desa yang sama sekali tidak memiliki ketergantungan pada Dana Desa bahkan Dana Desa dianggpnya hanya sebatas stimulant biasa,Pasalnya Desa tersebut bergerak pada sektor SDM bidang pengelolaan Minyak sayur bekas pakai,menurut Ade . Masyarakat mengumpulkannya di sebuah penampungan yang sudah disediakan kemudian di beli oleh pihak Desa lalu jual kembali pada salah satu perusahaan yang bergerak dibidang produksi olie.’Konon katanya untuk proses awal bahwa Minyak sayur bekas ternyata bisa dijadikan bio olie dan itu berjalan secara berkesinambungan.’ Tuturnya

“Satu hal lagi lanjut Ade,dari hasil Program Lembaga Pinjaman Desa (LPD) Desa itu mampu membuat stadion dengan menghabiskan dana Rp 7,5 Milyar Anggaran sejumlah itu hasil dari sebuah mekanisme yang sudah disepakati dan saling menguntungkan.‘Intinya selain kami dibekali materi soal Pembangunan dan menjalankan Pemerintahan Desa oleh pihak Kemendagri,Kemendes,dan DPMPD selaku Narasumber yang di gelar di sebuah Hotel saat itu,juga banyak hal lain yang mampu dijadikan sebagai motivator ketika kami kembali ke Desa masing-masing.’Tandas Ade.

“Sementara Ibnu Hajar Ketua Apdesi mengatakan pada wartawan ’Untuk biaya perjalanan ke Bali Kami sama sekali tidak gegabah menggunakan uang Negara akan tetapi itu sudah tertuang dalam APBDes.adapun visi dan missi Apdesi adalah untuk belajar atau studi banding artinya tidak ada niat lain’ pungkas Ibnu .
(NURYAHMAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *