Pertanyakan Nasibnya Sejumlah PKL Pasar Pagi Kualasimpang Menemui Wakil Bupati Aceh Tamiang

oleh -0 views

Pertanyakan Nasibnya, Sejumlah PKL Pasar Pagi Kualasimpang Menemui Wakil Bupati Aceh Tamiang.

Global Investigasi news co.id Aceh Tamiang – Pertemuan para pedagang kaki lima (PKL) bersama Wakil Bupati Aceh Tamiang tersebut dipasilitasi oleh Plt. Kadis Perindagkop berlangsung di ruang pertemuan Wakil Bupati Aceh Tamiang, Selasa(24/09/2019).

Pada Kesempatan tersebut, Asisten II Drs. Abdullah mengatakan semua yang dilakukan didalam pajak (Pasar-Red) tersebut merupakan penataan dalam penerapan dan penertiban sesuai surat yang di keluarkan oleh pemerintah melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) nomor 510/1205 tanggal 18 September 2019 tentang penertiban pedagang, karena pasar itu milik publik, oleh karena itu pemerintah menerapkan peraturannya.

Direncanakan pada 2020, pajak(Pasar- Red) tersebut akan ditetapkan sebagai pajak (Pasar-Red) terukur dan mengembalikan fungsi pajak (Pasar- Red), jelasnya.

Keinginan Pemerintah pusat untuk melakukan repitalisasi terhadap pasar demi untuk kenyamanan konsumen .

Oleh karena itu, bagi pedagang sayur mayur disarankan untuk kembali kelokasi yang telah di tempatkan dilantai atas dan hal itu telah tertuang didalam surat edaran yang dikeluarkan oleh pemerintah Sebelumnya.

Dalam waktu dekat ini, Pemerintah akan melakukan pendataan terhadap semua pedagang tentang perizinan usahanya sehingga para pedagang dapat ditata dan ditertibkan dengan baik.

Selanjutnya, Siti Saleha (Pedagang Sayuran) yang berdagang didalam ruko, minta pertimbangan dari pemerintah terkait tempat usahanya untuk dapat kembali ketempat semula, karena langganannya telah banyak beralih, kami merasa dirugikan semenjak ditertibkan saya terpaksa harus meminjam uang ke pihak orang lain dengan cara menyicil pembayarannya, jelasnya.

Saya merasa bingung dengan peraturan yang telah diterapkan sesuai dengan surat edaran seakan-akan telah mendikte dagangannya sebutnya.

Misnawati (Pedagang kaki lima Tahu dan Tempe), meminta kebijaksanaan pemerintah terkait tempat usahanya yang telah digusur di angkat oleh sat Pol PP Aceh Tamiang, jelasnya.

Saya sudah tua dan tidak lagi sanggup untuk menaiki tangga yang tinggi untuk berjualan dilantai dua, sebutnya.

Begitu juga yang disampaikan oleh Sarmijas, (pedagang kain) dan salah satu pengurus paguyuban pedagang pasar pagi Kualasimpang menyampaikan, kami mendukung program pemerintah untuk ketertiban, penataan dan kenyamanan kota Kualasimpang.

Diakuinya, sebelumnya pernah ada kesepakatan terkait pemasangan tenda didalam pasar pagi, hal itu dilakukan dikarenakan posisi atap sudah bocor dan tidak layak lagi, jika atap tersebut telah di perbaiki, maka kami akan sukarela untuk membuka tenda tersebut tanpa harus melalui petugas Sat Pol PP Aceh Tamiang, terangnya.

Angga(distributor cabe), mewakili para pedagang mengatakan kami meminta agar dagangan sayuran di berikan izin untuk berjualan di bawah, terkait surat izin usaha, kami akan bersedia untuk memenuhi nya demi kepentingan bersama.

Erni (pedagang pecah belah), saya berjualan dilantai atas dan saya tidak boleh berjualan barang pecah belah diatas, dan saat ini saya telah pindah berjualan dibawah, namun meja saya telah diambil oleh Sat Pol PP Aceh Tamiang.

Saya meminta kepada pemerintah, tolong kembalikan tempat dan meja saja, jikapun tidak, berikan kami uang ganti ruginya, karena meja dan tempat tersebut saya beli, sebutnya dengan kesal.

Tampak hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Aceh Tamiang H. T. Insyafuddin ST, Asisten II Drs.Abdullah, Kasat Pol PP Drh. Asma’i, Camat Kota Kualasimpang Aulia Azhari, S. STP., Saflinawati, SH,MH Plt. Kadis Perindagkop Aceh Tamiang, H. Sulaiman(pedagang rempah), Nani(pedagang sayuran) dan sejumlah para pedagang lainnya, (E/P)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *