Jelang UNBK SMPN 1 Sindangresmi Diduga Pungut Dana Komputer !!! Ketua Komite : Itu Bukan Pungutan Tapi Iuran

  • Bagikan

JELANG UNBK SMPN 1 SINDANGRESMI DIDUGA PUNGUT DANA KOMPUTER

Pandeglang ■ ginewstvinvestigasi.com – Menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Sekolah menengah Pertama Negeri (SMPN) Sindang resmi 1 Kecamatan Sindang Resmi Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten di duga telah melakukan satu kegiatan diluar Instruksi Dinas terkait.

Pasalnya Sekolah tersebut memungut Dana dengan ketentuan maksimal Rp 320 Ribu kepada siswanya sendiri, kejadian itu membuat sebagianWali murid ketar ketir disisi lain Ia harus mempersiapkan uang sebesar itu demi keberlanutan pendidikan di lain pihak jangankan untuk menyediakan uang sebesar itu, untuk makan sehari-haripun Mereka kewalahan, lantaran cuaca yang sama sekali tidak mendukung .’Sebagai Petani kami sangat mengandalkan betul terhadap alam. Sementara jangankan buat iuran Komputer buat makanpun hanya tidak minta saja kepada orang lain.’ Keluh salah satu Wali siswa seraya mengusap dada.

Taufik Azis salah satu Guru SMPN 1 Sindang Resmi belum lama ini mengatakan bahwa Sekolah tidak ikut campur dalam persoalan itu .’ Itu adalah keputusan Musyawarah antar Wali Murid dengan Komite dengan mekanisme yang sudah ditempuh baik Daftar Hadir, Berita Acara,Notulen,dan tembusan – tembusan pada instansi yang berkepentingan.dan UNBK itu satu keharusan ‘ Kilah Azis seakan tahu betul persoalan itu

Jika betul sudah di tembuskan pada Kadisdikbud berarti yang menembuskan sudah mengantongi tanda tangan si penerima dalam lembaran expedisinya sekaligus surat itu di bubuhi nomor register mengingat Komite adalah lembaga legal yang sudah pasti memiliki AD/ART.’ Hal itu tanyakan saja pada Komite.’ Jawab Azis berbalik keterangan.

Dari catatan yang disampaikan Habibi selaku Ketua Komite SMPN 1 Sindang Resmi melalui Phonselnya pada wartawan mengatakan bahwa itu bukan pungutan itu adalah iuran dengan nada sedikit berbau intimidasi bahwa jangan sampai wartawan salah dalam menulis pemberitaan.

Informasi terakhir Ato Kepala SMPN 1 Sindang resmi mengatakan dalam phonselnya ‘Sudah disampaikan pada Kabid (entah kabid apa .Red)

Mencermati persoalan itu dan merujuk pada Juknis BOS Tahun 2019 atau Permendikbud Nomor 18 Tahun 2019 contohnya soal asset atau sarana dan prasasarana terlampir pada lembaran Unit pengadaan barang dan jasa (UPBJ) BAB IV Halaman 52 adapun soal UNBK masih berkutat di UNKP bulanlah sesuatu yang tabu sebagaiaman tertuang dalam keputusan tersebut. Demikian di uatarakan M Rusdi Sekjen DPP LSM Gempita Kabupaten Pandeglang.

‘Kami harap pihak Sekolah agar mengkaji ulang prsoalan itu . Disamping menghilangkan  kesan adanya pungutan dan Wali Siswa pun banyak memahami ketimbang menyesali keputusan itu.’ Ttandas Rusdi *** ( Nuryahman )

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: