Meski Kuliah Sambil Bekerja, Mahasiswa UIN Ini Raih Predikat Cum Laude

oleh -3 views

Meski Kuliah Sambil Bekerja, Mahasiswa UIN Ini Raih Predikat Cumlaude

Globalinvestigasinews.co.id
Makassar – Hidup adalah sebuah pilihan, begitu juga dengan cita-cita. Semua orang bebas bercita-cita setinggi apapun itu, namun yang perlu di ingat adalah sebuah keinginan akan terwujud dengan adanya usaha yang sungguh-sungguh untuk mencapainya.

Rezki Radhiya Usman, itu namanya, gadis kelahiran 8 Januari 1997 ini merupakan anak bungsu dari 2 bersaudara.

Dahulu Radhiya merupakan seorang anak yang manja terhadap orang tuanya, namun takdir berkata lain ketika kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan pada tahun 2010. Sejak saat itulah mereka menjadi yatim piatu dan dirawat oleh kakek dan neneknya.

Tidak ingin memberatkan kakaknya, sejak SMA Radhya sudah mencoba untuk mencari uang sendiri dengan menjadi reseller gantungan kunci dengan penghasilan yang tidak seberapa, hanya Rp30.000/minggu.

Setelah menjadi reseller, Radhya kemudian mencoba peruntungan lain di bidang fotografi, sejak itu ia selalu mengikuti lomba fotografi dan namanya hampir selalu muncul sebagai juara atau runner up serta mendapatkan hadiah jutaan rupiah.

Karena sering juara di lomba fotografi, Radhiya kemudian merasa telah menemukan passion-nya, yaitu fotografer. Mulai sejak itu ia semakin serius menekuni hobi barunya itu dan karena dari hobinya itulah ia sudah bisa menghasilkan uang di usianya yang terbilang masih sangat muda, 17 tahun.

Lulus dari SMA ia kemudian bertekad untuk kuliah sambil kerja. Karena tertarik menjadi wartawan Radhiya mulai mengirim lamarannya di beberapa media, salah satunya di Harian Fajar.

Sampai lah pada waktu pengumuman kelulusan, ternyata ia diterima di jurusan Ilmu Komunikasi salah satu Universitas Negeri yang berada di Makassar yaitu UIN Alauddin Makassar.

Tidak hanya itu, lamaran kerja yang ia kirim ke Harian Fajar waktu itu ternyata mendapat respon yang baik, ia juga dinyatakan lolos dan diterima bekerja di Harian Fajar.

Berbekal keterampilan fotografi yang ia miliki, Ia pun memberanikan diri untuk bekerja sambil kuliah.

“Jadi rutenya itu dalam sehari saya harus melengkapi liputan tugas saya, tapi saya tetap masuk kuliah dan kerja tugas, lalu sorenya harus menyetor foto dan captionnya ke redaksi harian Fajar, sedangkan deadlinenya itu jam 6 sore dan setiap malamnya itu saya harus menghadiri rapat untuk event KeKeR. Apalagi saat itu saya adalah satu-satunya fotografer perempuan di harian Fajar,” katanya.

Keinginan yang sangat besar dan sudah tertanam dalam hati gadis ini, tidak menyurutkan mimpinya. Meskipun tidak sedikit yang tidak mendukung keputusannya itu.

“Alhamdulillah untuk semester 1 sampai 3 dosen-dosennya baik meskipun masih saja ada dosen yang berkata tidak ada orang yang bisa jalan kuliah sambil kerja yang benar. Kuliah ya kuliah, kerja ya kerja. Kalau tidak, pasti salah satunya berantakan. Kalau kamu mau kerja ya kuliah dulu nanti selesai kuliah baru kerja,” tutur Radhiya ketika menceritakan masa lalunya.

Meskipun untuk mencapai ke titik ini tidaklah mudah ada banyak tahapan yang dilalui mulai dari mengulang mata kuliah, kata-kata dosen yang tidak mengenakkan, dimarahi redaktur, hingga harus mengatur waktu antara kerja sambil menyelesaikan kuliah.

Dan sekarang Radhiya membuktikan bahwa ia tetap bisa menyelesaikan kuliahnya tepat waktu dan berhasil lulus dengan predikat Cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yakni 3,8.

Bekerja sambil kuliah sama sekali tidak berpengaruh pada proses studinya. Sekarang Radhiya bekerja sebagai Public Relations di Phinisi Point, sekaligus owner dari @Herhopes_project dan juga menjadi salah satu tim di @bukaan.moment cabang Makassar.

Radhiya sangat bersyukur karena suatu hal yang dirinya impikan dapat terwujud saat ini. Ia berharap bahwa kedua orang tuanya yang kini berada di surga dapat mendengarkannya. Ucapan terimakasih pun tak luput ia ucapkan, karena tanpa sosok kedua orang yang ia sayangi itu, ia tidak dapat menjadi seperti sekarang.

“Terimakasih untuk bapak saya karena sejak kecil sudah diajari bagaimana arti menjadi kuat, bagaimana tetap bertahan walaupun keadaan sesulit apapun itu. Terimakasih untuk ibu saya, you are my best motivator karena setiap saya lelah, setiap saya merasa ini berat saya pasti akan selalu bilang, ibu ku lebih kuat dari saya dan saya akan menjadi lebih kuat dari ibu setelah hari ini. Dan saya juga percaya Allah selalu memudahkan hambanya yang mau berusaha,” ungkap Radhiya.(januardi kordinator NKRI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *