Terkait “Status” WhatsApp !!! Kades Adimulyo Akan Dilaporkan Ke Polisi

oleh -97 views

Ginewstvinvestigasi.com ■ Kebumen – Menurut UU Pers Pasal 18 Ayat (1), yang tertulis: “Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000 (Lima ratus juta rupiah).”

Meskipun No. 40 tahun 1999 tentang Pers ada ancaman Pidana dan denda yang cukup maksimal namun hal itu tidak membuat gentar Kepala Desa Adimulyo Kecamatan Adimulyo Kabupaten Kebumen yang diduga untuk “menghalangi” tugas wartawan pada saat konfirmasi terkait permasalahan di desanya.

Peristiwa ini terjadi pada Januardi Manurung yang sedang memantau berbagai permasalahan di Desa Adimulyo Kecamatan Adimulyo Kabupaten Kebumen Jawa Tengah.

Januardi Manurung mengaku saat sedang konfirmasi dengan M yang merupakan Kepala Desa Adimulyo terkait pemecatan penjaga Kantor Desa tiba tiba dirinya di bawa ke Polsek Adimulyo oleh M, Kepala Desa Adimulyo dengan tuduhan pengancaman.

“Kejadian tersebut berawal pada saat saya sedang konfirmasi dengan Kepala Desa Adimulyo terkait pemecatan salah seorang penjaga Kantor Desa, tiba-tiba sang Kades memaksanya untuk ke Polsek sesampainya di Polsek saya langsung diintrogasi dan melarang saya untuk melakukan peliputan di Kebumen terkait Desa, ” tutur Januardi.

“Kepala Desa Adimulyo tersebut juga mengatakan untung  saja saya di bawa ke Polsek kalau nggak anak buahnya akan memukulinya sampai lebam”, katanya.

“Kejadian ini menjadi pertanyaan besar buat saya selaku Jurnalis, kalau kasus pemecatan itu benar dan mereka benar kenapa Kepala Desa mesti resah dengan kehadiran wartawan dan pemberitaan media, apa lagi kami datang dengan sopan dan bertanya juga dengan santun tapi kok kami diperlakukan seperti ini dan saya berharap hal semacam ini tidak terulang lagi ,” tandasnya.

Adapun permasalahan yang menyangkut M, Kades Adimulyo terkait pemecatan seorang Penjaga Kantor dengan alasan tidak memilih dirinya pada saat acara gelaran Pilkades, “menurut informasi dari warga bahwa M Kades Adimulyo marah ketika tahu warga tidak memilihnya pada saat Pilkades meskipun sang kades diduga telah memberinya sejumlah uang kepada warga”, jelas Januardi saat konfirmasi kepada salah seorang warga Desa Adimulyo.

Masih menurut Januardi, “ada hal yang sangat membuat saya kaget, M oknum Kades membuat status fitnah dengan melampirkan KTP saya dan jika itu benar ditujukan kepada saya maka dengan ini saya akan melaporkannya ke polisi, ini sudah masuk ke ranah pidana, fitnah, pencemaran nama baik, perbuatan tidak menyenangkan dan melanggar UU ITE karena status Pak Kades dibaca semua banyak orang”, tegasnya.

“Jadi Kades mana yang pernah menjadi korban pemerasan !!! dan berapa jumlah uangnya ??? yang di peras oleh wartawan dan apa maksud tujuan Kades Adimulyo membuat status seperti itu dengan melampirkan KTP saya di status WhatsApp miliknya !!!???,”, masih kata Januardi yang juga Anggota LSM GMBI DPD Kota Semarang setengah bertanya.

Pada kesempatan lain M, Kades Adimulyo menjawab konfirmasi melalui pesan WhatsApp, inilah jawaban Sang Kades :

[1/10 23:17] Kepala Desa Adimulyo: Ya bpk mf kami paguyuban kepala dsa sudah brkoordinasi di lapangan kberadaan anggota bpk bahkan sydah kami bawa ke pilsek dimmana kami berada tuk koordinasi🙏
[1/10 23:18] Kepala Desa Adimulyo: Maaf tadi siang sudah di mediasi dengan kapolsek kami🙏
[1/10 23:20] Kepala Desa Adimulyo: Lagi dalam pendalaman kami dilapangan pk ,cuma skedar supaya kades ²hati ²
[1/10 23:23] Kepala Desa Adimulyo: Kalau bpk ingin tahu sepak trhang dilapangan bisa kami bantu bersama kades ²yg merasa terganggu dengan khadiran anggota bpk🙏
[1/10 23:26] Kepala Desa Adimulyo: Tafdi di polsek sudah di kroscek id cardnya bpk antara ktp & identitas jurnalisnya beda jauh
[1/10 23:29] Kepala Desa Adimulyo: Ya silahkan
[1/10 23:30] Kepala Desa Adimulyo: Mf bpk saya mau istrht

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *