Wakapolres Tanggamus Kompol MN Yuliansyah SH MH Hadiri Pemusnahan Barang Bukti Tindak Pidana Umum

  • Bagikan

Wakapolres Tanggamus Kompol. MN. Yuliansyah, SH,MH., Hadiri Pemusnahan Barang Bukti Tindak Pidana Umum

Tanggamus – Barang bukti berasal dari 65 Perkara yang telah Inkrah terdiri dari Perkara Narkotika dan Obat Terlarang serta Perkara tindak Pidana Umum dimusnahkan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tanggamus, Selasa (01/10/2019)

Pemusnahan barang bukti dipimpin Kepala Kejari Kabupaten Tanggamus David Palapa Duarsa, SH,MH., dan dihadiri perwakilan Forkopimda Kabupaten Tanggamus di Lapangan Kejari Kabupaten Tanggamus.

Dalam kegiatan itu Wakapolres Tanggamus Kompol. MN.Yuliansyah, SH, MH., hadir mewakili Kapolres Tanggamus AKBP. Hesmu Baroto, SIK,MM., yang sedang melaksanakan tugas pengamanan Aksi Damai Mahasiswa di Kabupaten Pringsewu.

Kemudian, Dandim 0424/Tanggamus Letkol. (Arh) Anang Hasto Utomo, S.Ip,M.Ham., Asisten I Pemerintah Kabupaten Tanggamus Fathurrahman, Sekretaris Diskominfo Kabupaten Tanggamus Derius Putrawan, Kepala Pengadilan Negeri Kota Agung dan Kepala BPN/ATR Kabupaten Tanggamus.
“Kami hadir sebagai dukungan serta meningkatkan Sinergitas Aparat Penegak Hukum (APH) yakni Kajari Kabupaten Tanggamus, hal itu juga termasuk Forkopimda Kabupaten Tanggamus, “kata Wakapolres Tanggamus Kompol. MN. Yuliansyah, SH,MH., disela kegiatan.

Ketua Panitia Pemusnahan sekaligus Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Tanggamus Ali Habib, SH., melaporkan, 65 Perkara Narkoba dan Pidana Umum itu sudah dinyatakan inkrah sejak November 2018 hingga September 2019.

Jadi Pengolahan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Kabupaten Tanggamus Ali Habib, pemusnahan didasari Surat Perintah Kajari Kabupaten Tanggamus, Nomor: PRINT/111/N.8.16/Fu.2/09/2019, tanggal 23 September 2019 tentang Pembentukan Panitia Kegiatan Pemusnahan Barang Bukti yang telah Memperoleh Kekuatan Hukum Tetap.
“Barang bukti dari kasus perkara Narkoba, Kejari Kabupaten Tanggamus memusnahkan 147,7406 gram sabu-sabu; lalu 1,6927 gram ganja; dan 80,1462 Gram Pil
Ekstasi. Sementara dari kasus tindak pidana umum, barang bukti yang dimusnahkan berupa senjata tajam (sajam), pakaian, kayu Sonokeling, dan barang-barang lainnya.

Kasi Pengolahan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Kabupaten Tanggamus Ali Habib menyebutkan, teknis pemusnahan barang bukti perkara narkoba dan barang bukti perkara pidana umum, dilakukan berbeda. Untuk barang bukti Sabu-Sabu dan Pil Ekstasi, dikeluarkan dari plastik pembungkusnya. Kemudian dituangkan ke dalam air sabun, dimasukkan ke blender, lalu dibuang ke lubang yang sudah disiapkan.
“Terhadap barang bukti Narkoba jenis lain (ganja), cara memusnahkannya dengan dibakar di dalam tong pembakaran kemudian dikubur di lubang yang disediakan. Untuk barang bukti perkara pidana umum berupa sajam dan sejenisnya, dipotong-potong dengan alat pemotong khusus kemudian dikubur, “urai Kasi Pengolahan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Kabupaten Tanggamus Ali Habib.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tanggamus David Palapa Duarsa, SH,MH., usai memimpin pemusnahan mengatakan, selain barang bukti Narkoba dan perkara Pidana Umum, ada juga barang bukti berupa 1 kilogram sisik trenggiling. David mengatakan, sisik hewan berordo Pholidota itu adalah satu bahan baku untuk menghasilkan Zat Amfetamin.
“Kemudian bisa diubah menjadi sabu-sabu dalam bentuk cair, “kata Kajari Kabupaten Tanggamus David Palapa Duarsa, SH,MH.

Sebagai satwa yang dilindungi, Kajari Kabupaten Tanggamus menegaskan, masyarakat dilarang memelihara satwa bernama ilmiah Manis javanica tersebut. Untuk itu, dia mengimbau masyarakat agar Proaktif melaporkan kepada pihak berwajib, jika mengetahui ada yang memelihara Trenggiling.(Heri Apriyanto).

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: