Kuliah Sambil Bekerja Adalah Sebuah “Perjuangan”

  • Bagikan

Kuliah sambil kerja adalah perjuangan

Tak semua orang bisa menjalani antara kuliah dan bekerja dalam waktu yang bersamaan. Konsekuensi yang tak pernah mudah membuat salah satunya kadang harus dikorbankan. Tapi meski begitu, kedua hal ini bukan tak mungkin bisa dilakukan bersama. 

Nunung Dewi Alfirah, gadis kelahiran 02 Agustus 1999 adalah mahasiswa jurusan Teknik Arsitektur Uin Alauddin Makassar . Di samping itu ia bekerja sebagai pegawai di sebuah tokoh kecil milik orang tua dari teman sekelasnya untuk membiayai kuliahnya .

Nunung adalah anak pertama dari 2 bersaudara , adiknya yang masih duduk di bangku kelas 3 SMP. Sejak ayahnya meninggal tahun 2018 kemarin keadaan perekonomian keluarganya cukup memprihatinkan sehingga ibunya harus banting tulang bekerja untuk membiayai pendidikan ke 2 putrinya. Pekerjaan ibunya hanya sebagai pegawai di sebuah tokoh kecil dan di beri gaji 700 ribu perbulannya. keadaan ini yang mengharuskan nunung bekerja sambil kuliah untuk membantu ibunya’ apa lagi dia seorang Anak Teknik Arsitektur begitu banyak perabotan kuliah yang selalu ingin di belinya, jika hanya mengandalkan gaji ibunya malah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka.

“Jadi semua kebutuhan kuliah saya biaya sendiri. Orang tua membantu sekadarnya kalau pas punya uang,” jelas Nunung.

pergi pagi jam 06.30 serta pulang malam jam 22.00 adalah rutinitas yang harus ia lakonin sehari-hari. 06.30 hingga siang dia manfaatkan untuk kuliah dan sorenya dia kembali untuk bekerja. Jika toko lagi sepi pengunjung dia manfaatkan situasi tersebut untuk mengerjakan tugas sehingga tidak tertinggal.

“Mengeluhkah dengan keadaan ini? Ah, buat apa mengeluh, jika memang ada tujuan yang menurut keyakinan adalah suatu yang harus diperjuangkan apa gunanya kita mengeluh.

“Saya sempat berfikir untuk berhenti kuliah’ tetapi saya melihat dan menghargai perjuangan ke 2 orang tua saya untuk menyekolahkan saya hingga setinggi ini. Ternyata kuliah sambil kerja itu sangat berat!!! Dan Alhamdulillah saya sudah bisa melewatinya.
” Paparnya.

Penulis : Sri Wahyuningsi

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: