SOAL IN CASH DIDUGA BOHONG-BOHONGAN CAMAT JIPUT KATAKAN HAMPIR PAPAN PROYEK SEMUA DESA SAMA

  • Bagikan

Pandeglang – ginewstvinvestigasi.com ■ Drs Ahmad saefudin M.Si Camat Kecamatan Jiput Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten mengatakan pada media ini lewat phoncell terkait kalimat In Cash atau iuran tunai dari Masyarakat sejumlah Rp 14.000.000.- yang tertera pada papan Proyek Menurut Ahmad hampir semua Desa berkalimat sama adapun soal Swadaya Ahmad mengatakan bahwa itu murni dari Masyarakat.’ Minggu kemarin Saya sempat berkoordinasi dengan Kepala Desa terkait soal keterlambatan dan belum dibayarnya petugas atau tim khusus yang menangani soal titik Mata Air karena brerbagai factor.’ Terang Ahmad.Komentar yang disampaikan Ahmad tersebut dilatar belakangi sebuah Program Pamsimas Tahun 2019 yang di alokasikan di Kp Pamatang Desa Sukacai Kecamatan Jiput, dimana Samian selaku Kepala Desa mengatakan ‘ Mana ada Masyarakat yang mau Iuran.’ Selang beberapa menit Samian kembali mengulas pernyataan meski terkesan labil ‘ Untuk sementara di tanggulangi oleh pihak ke 3 ‘ Kelit Samian membela diri.

‘Terlepas jujur atau tidak jujur pernyataan Samian berikut Ahmad yang memprediksi bahwa hampir kalimat yang tertera di papan proyek Pamsimas berkalimat sama,dapat menimbulkan dampak pada satu kesimpulan bahwa Program tersebut dinilai gagal dalam bentuk ketransparanan,sementara papan proyek merupakan satu bentuk jawaban yang mengcover dari sebuah Program itu sendiri. Sebagaimana UU Keterbukaan Informasi Publik Nomor 14 Tahun 2008.Kenapa Peraturan itu di undangkan oleh Pemerintah ? sebagai bukti kesaksian soal penggunaan Uang Negara ’ Tutur M Rusdi Sekretaris LSM DPD Gempita Kabupaten Pandeglang.
Masih menurut Rusdi,jika hal tersebut di anggap satu pembenaran terutama oleh pihak-pihak yang terlibat atau melibatkan diri dalam Program Pamsimas,ini jelas-jelas akan menimbulkan praduga dari mulai pembuatan proposal pengajuan sampai tanda tangan warga soal penyerahan iuran .Apakah hal itu betul adanya atau bentuk akal-akalan untuk mendapatkan Program

tersebut’Selanjutnya kami harapkan instutusi yang berkepentingan diminta peka dan cermat mensikapi mulai dari segi Administrasi,Menejmenisasi,dan realisasi,agar tidak menjadikan persoalan itu semacam bola liar.*** ( Nuryahman)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: