Dandim 1402/Polmas : Suami Siri Mayat Dalam Karung Menyerahkan Diri Ke Makodim Dalam Kasus Desersi

oleh -0 views

Komandan Kodim 1402/Polmas Prov Sulbar, Letkol Arh Hari Purnomo S.Hub.int.,M.Han menyampaikan bahwa suami siri JAYANTI MANDASARI (33) yang tak lain adalah mayat dalam karung yang ditemukan warga sudah menyerahkan diri ke Makodim Polmas dalam kasus Desersi.

Polres Polman prov Sulbar Identifikasi Korban, Polisi Bakal Kejar Pembuang Mayat Dalam Karung Kata dia, dalam persoalan ini siapa pun pihak tak boleh menduga-menduga terkait dalam kasus pembunuhan yang terjadi baru ini karena belum melakukan pemeriksaan terhadap anggotanya, yakni Sersan dua N yang malam ini menyerahkan diri.

“Kita tidak bisa menduga-duga, bahwa memang malam ini anggota saya yang Desersi (Lari Meninggalkan Dinas Ketentaraan) menyerahkan diri, kalau dikaitkan dengan permasalahan pembunuhan beberapa hari lalu kita tidak bisa berbicara banyak karena itu belum dilakukan pemeriksaan.” Kata Letkol Arh Hari Purnomo S.Hub.int.,M.Han. Minggu malam (06/10/2019).

Ahli Forensik Sebut Ada Tanda KekerasanPada Mayat Dalam Karung. Sersan Dua (Serda) N adalah anggota Kodim 1402/Polmas bertugas terakhir sebagai Babinsa di Koramil Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa. Dalam perjalanan tugasnya melakukan nikah siri dan tercatat Desersi pada bulan November 2018.
“Bersangkutan itu memang anggota kita, melakukan Desersi di bulan November 2018. Dia juga mendengar bahwa perempuan itu juga istri sirinya dan kaitan itu juga kita sudah proses dan dilaporkan ke atas kemudian dilaksanakan sidang untuk nikah sirinya.” Jelas Letkol Arh Hari Purnomo S.Hub.int.,M.Han.

Meski telah di proses namun hingga malam ini bersangkutan masih dalam status Desersi, namun terkait masih aktif sebagai anggota TNI pihaknya akan masih berkoordinasi dengan pihak Komando yang lebih tinggi “Sampai malam ini memang dia Desersi. Dia masih aktif sebagai anggota TNI hingga malam ini? Kalau status aktif nanti kita cek lagi ke atas karena ini kan kasus yang sudah lama dan konsekuensi Desersi, Nikah Siri adalah Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH).” Ucapnya.

Saat ditanya terkait dugaan keterlibatan dalam kasus pembunuhan, Dandim mengatakan, dalam kasus itu pihaknya belum mau membahas. Alasannya hingga saat ini Kodim 1402/Polmas masih menangani kaitan kasus Nikah siri dan Desersi. “Sebenarnya saya tidak ingin berbicara masalah dugaan-dugaan kaitan kasus pembunuhan, tapi saya masih diseputaran dengan kasus Desersi sersan N. Misalnya nanti ada pengembangan sama-sama kita belum tahu.” Ungkap Komandan Kodim 1402/Polmas, Letkol Arh Hari Purnomo S.Hub.int.,M.Han.

laporan : Sukriwandi / Sunandar wartawan ginews Sulbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *