PENATAAN DAN PEMBINAAN PKL JALAN AAT RUSLI

oleh -14 views

CILEGON~ginewstvinvestigasi.com~Meningkatnya jumlah tenaga kerja yang tidak seimbang dengan sempitnya lapangan pekerjaan formal mengakibatkan bertambah besarnya angka pengangguran. Hal ini menyebabkan banyak masyarakat yang kemudian bekerja atau berusaha pada sector informal seperti menjadi Pedagang Kaki Lima jum”at 11/10/2019.

Pemerintah Pusat telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2012 tentang Koordinasi Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima yang kemudian ditindaklanjuti dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 41 Tahun 2012 tentang Pedoman Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima. Sejalan dengan regulasi pusat tersebut, Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Cilegon telah pula memiliki Perwal Kota Cilegon Nomor 16 Tahun 2018 tentang Penataan dan Pembinaan PKL.

Dalam regulasi tersebut disebutkan bahwa tujuan penataan dan pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL) adalah untuk memberikan kesempatan berusaha bagi PKL melalui penetapan lokasi sesuai dengan peruntukannya; menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan usaha PKL menjadi usaha ekonomi mikro yang tangguh dan mandiri; dan untuk mewujudkan kota yang bersih, indah, tertib dan aman dengan sarana dan prasarana perkotaan yang memadai dan berwawasan lingkungan.

Untuk mengimplementasikan regulasi tsb dan memberikan peluang usaha para pedagang kaki lima dikawasan kilometer 1 Jalan Aat Rusli yang tergabung dalam Paguyuban PERPEKOCI, PPCM dan PPPKRI-Bela Negara
melaksanakan kemitraan dengan Disperind untuk bersama-sama menata dan membina para pedagang kaki lima di Jalan Aat Rusli.

“Pelibatan para pedagang dan paguyuban dalam penataan tersebut sangatlah penting untuk menerima masukan dan aspirasi dari mereka agar mendapat keputusan dan kebijakan yang tepat,” tutur Bayu Panatagama Sekdis Disperind.

Disperind tengah melakukan penataan ulang terhadap kawasan Km.1 Jalan Aat Rusli . Penataan ini meliputi penataan kawasan Pusat jajanan khas Cilegon dan Zona PKL, penataan pohon, penataan kelistrikan, dan pembuatan shelter PKL agar lokasi ini menjadi indah dan nyaman.

Kabid Pasar Asep Sanusi menambahlan, “Nanti para PKL akan tetap berjualan di sepanjang Km.1 yang sudah disediakan dan dikerjasamakan dengan paguyuban-paguyuban, namun meminta kepada para pedagang agar turut serta dalam menjaga kebersihan dan ketertiban.”

Hal ini dia tekankan mengingat Pemerintah Kota Cilegon sedang giat-giatnya menata kota. Mendengar langsung penjelasan tersebut, Feriyana (Ketua PERPEKOCI) menyatakan kesanggupannya memenuhi keinginan dari Pemerintah melalui Disperind. ”Kami sepenuhnya mendukung rencana ini. Semua fasilitas yang nantinya disediakan, menjadi tanggung jawab paguyuban untuk merawat dan menjaga,” tutur Feriyana .jum”at 11/10/2019 《Abdurohim 》

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *