DINAS PUPRP PARIMO TEGUR PEGAWAI KONTRAK KURANG DISIPLIN AKAN DI BERHENTIKAN

oleh -0 views

WWW..GINEWSTVINVESTIGASI.COM ■ PARIGI MOUTONG – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Kabupaten Parigi Moutong tengah menerapkan sejumlah peraturan terkait kedisiplinan pegawai baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Tidak Tetap (PTT) dilingkup dinas PUPRP).

Hal ini diberlakukan bertujuan untuk peningkatan produktifitas kerja masing-masing pegawai di dinas yang menjadi ujung tombak pembangunan infrastruktur di Kabupaten Parigi Moutong tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Dinas PUPRP, Rivai ST MSi, pada saat memimpin apel sore di halaman kantor Dinas PUPRP, Selasa (15/10). Dalam sambutannya, beliau mengingatkan kepada seluruh pegawai, terutama bagi PTT agar memperhatikan betul sejumlah tata tertib yang berlaku, baik menyangkut standar kerja dinas maupun kedisiplinan.

Mantan kepala bidang tata ruang itu juga menjelaskan bahwa pihaknya tengah mengevaluasi kinerja seluruh tenaga PTT pada akhir tahun ini. Hasil evaluasi tersebut, akan menjadi penentu bagi masing-masing pegawai, terkait kelanjutan kontrak kerja di Dinas PUPRP Parigi Moutong.

“Tolong diperhatikan juga (disiplin) disini. Karena kami akan melakukan evaluasi pada masing-masing tenaga kontrak. Pada minggu ketiga desember kami akan surati masing-masing. Tidak ada lagi sistem pemberian surat untuk dirumahkan. Sekarang (prosesnya), pada minggu ke empat bulan Desember akan kami beri surat. Siapa yang mendapat surat, maka kontrak (kerjanya) dilanjutkan, bagi yang tidak ada (mendapat) surat, itu berarti diberhentikan.” Tegas Rivai.

Selanjutnya, merespon kabar yang beredar di lingkup dinasnya terkait statement dari kepala Dinas PUPRP, Ir Arifin Amat MSi yang. menyatakan pegawai tamatan SMA akan diberhentikan, Rivai membantah hal tersebut. Menurutnya, yang dimaksud oleh pimpinannya tersebut tidak demikian.

Pak kadis tidak pernah keluarkan ucapan seperti itu. Yang beliau (Arifin Amat) maksud, diberikan kesempatan kepada semua pegawai (Dinas PUPRP) yang ingin melanjutkan (pendidikan) ke jenjang yang lebih tinggi bagi pegawai yang merasa mampu.” Tutup Rivai.(STEFI/ARI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *