Kasdim 0117/Atam Temu Tokoh Agama Antar Provinsi Aceh – Sumatera Utara

oleh -2 views

Kasdim 0117/Atam Temu Tokoh Agama Antar Provinsi Aceh- Sumatera Utara Untuk Meningkatkan Dan Melestarikan Kualitas Kehidupan Kerukunan Beragama Di Kab.Atam.

Global investigasi news co.id Aceh Tamiang- Dandim 0117/Atam yang di wakili Kasdim 0117/Atam Mayor Inf A. Ayani temu tokoh agama antar provinsi untuk meningkatkan dan melestarikan kualitas kehidupan kerukunan umat beragama. Dengan tema,”Moderasi Beragama Dalam Rangka Mempererat Persatuan Dalam Keragaman Umat Beragama Di Perbatasan Provinsi Acèh Dan Sumatera Utara”. Bertempat di Tamiang cafee jalan Medan Banda Aceh Desa Bundar Kec. Karang Baru Kab Aceh Tamiang.
Selasa (15/10/2019)

Penyampaian dialog oleh Sekda Kab. Aceh Tamiang Basharuddin SH.” Kondisi umat beragama di Kab Atam sudah baik dan langeng,baik dengan perbedaan yang ada di Kab. Atam neagara Indonesia adalah negara yang begitu luas dan penuh kemajemukan maka. Untuk menjaga kerukunan adalah dengan silahturahmi. Kerukunan umat beragama merupakan inti darai kerukunan nasional ,oleh karena itu menjaga dan merawat kerukunan umat beragama itu sangat penting,baik itu kerukunan umat internal maupun antar umat beragama.

,”Terimakasi kepada tokoh agama ,tokoh pemuda, atas ikut serta semoga apa yang kita dapat ditempat ini menjadi menjadi bahan untuk menjaga kerukunan beragama kita.

Dalam penyampaian oleh Kasdim 0117/Atam Mayor Inf . A.yani.
,”Mengucapkan permohonan maaf karena Dandim tidak bisa hadir dalam pertemuan ini karena ada hal yang harus dikerjakan, Untuk di Kab Atam sendiri komplik antar agama saat ini belum ada kita temukan,

,”Pada setiap akhir tahun bagi umat beragama kristen dilaksanakan ibadah ,kami TNI beserta POLRI senantiasa mengamankan hal tersebut demi untuk menjaga kerukunan antar agama.

Sedangkan Penyampaian oleh Kemenak Kab Langkat H. Julpan efendi M.Si.”Kemenag punya peran untuk menjaga keselarasan dalam beragama dan memastikan terawat nya kerukunan secara menyeluruh,kemajemukan bangsa Indonesia nan terdiri atas puluhan etnis ,budaya ,suku, dan agama.
Membutuh kan konsep yang memungkinkan terciptanya masyarakat damai dan rukun kusus nya di Kab.atam ini, dipungkiri atau tidak disparitas sangat beresiko pada konflik,terutama dipacu oleh pihak yang menginginkan terciptanya masyarakat damai dan rukun.

Penyampaian dari tokoh agama Islam H. Riswanto M.kom.
,”Perbedaan pandangan dalam suatu agama dapat melahirkan konflik dalam tubuh suatau agama itu sendiri disparitas Mahzab ialah salah satu disparitas ormas keagamaan ,walaupaun satu aqidah yakni aqidah Islam,
disparitas sumber penafsiran,
penghayatan,kajian,pendekatan terhadap Al Qur’an dan sunah terbukti mampu medisharmonikan interen umat beragama.

,”Konsep ukuwah islamiyah merupakan salah satu wahana agar tak terjadi ketegangan interen umat Islam yang menyebab kan konflik.konsep ini menghindari permusuhan sebaba disparitas Mahzab dalam Islam semuanya untuk menciptakan kehidupan beragama nan tentram ,rukun dan penuh kebersamaan.

Penyampaian dari tokoh agama Katholik Erianti Sitanggang.
,”Ketika agama berangkulan mesra dengan politik mulai masalah. Tolikara, Singkil tak lepas dari ekonomi, politik. Pemicunya adalah sumber daya alam. Ketika industrialisasi berselingkuh dengan agama disitulah masalah terjadi. Solusinya kita mulai dari problem bersama yaitu ekonomi. Di negara seperti Brunei, ekonomi sudah mapan problem agama tak terjadi. Bagaimana kita mensejahterakan bangsa ini tanpa dibayangi keekstriman dari masing masing agama.

,”Gereja memandang perkembangan berbagai agama di dalam suatu negara sebagai hal yang wajar, yang tidak perlu menimbulkan kerisauan. Cinta kasih dan kepatuhan kepada Tuhan tak terlepaskan dari cinta kasih kepada sesama manusia dan Tanah Air.”

Penyampaian dari tokoh kristen Rio sarnedy saragih.”Bahwa saat ini kerukunan umat beragama sudah terjalin dengan baik. Hanya saja diperlukan peranan penting umat beragama dan khususnya aparatur pemerintah dalam menciptakan kenyamanan dalam kebebasan beragama, Karena hal tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, Pasal 29. “Pemerintah seharusnya bertindak dengan independen atau tidak memihak manapun ketika menyikapi persoalan kerukunan beragama ini. Hal ini sangat sensitif karena menyangkut kepercayaan masing-masing umat beragama,” ungkapnya. “Kita mengetahui bahwa di dalam masyarakat yang majemuk tidak ada satu sistem sosial untuk semua dan juga tidak ada satu agama saja.

,”Dialog merupakan kunci mewujudkan kerukunan umat beragama. Dialog yang perlu dilakukan berupa dialog kehidupan, dialog karya, dan dialog lintas iman.

Kegiatan ini bertujuan agar terciptanya kerukunan antar umat beragama di wilayah Kab. Atam.
Kegiatan temu tokoh agama antar provinsi untuk meningkatkan dan melestarikan kualitas kehidupan kerukunan umat beragama

Yang di hadiri. Sekda Kab Atam Basharuddin SH, Ketua MPU Atam Drs H. M. Ilyas mustawa, Kasdim 0117 Atam Mayor Inf A.yani, Dinas syariat Islam Atam T. Naspi, Perwakilan dinas pendidikan Atam Sopian S.Pd, Perwakilan polres Atam Iptu Untung sumaryo, Kemenak Kab. Langkat H. Julpan Efendi M.SI, Kusubak Hukum Prov. Sumut H. Saparudin Lubis, Ketua KUA Kec. Kejuruan muda Suharno S.Ag, Ketua Forum kerukunan umat beragama (FKUB)Kec. Besitang H. Ismail Efendi, Forum kerukunan umat beragama Kab Atam Abdul manan S.Pd, Forum kerukunan umat beragama (FKUB )Prov. Sumut Drs. H Maratua Simajuntak, Forum kerukunan umat beragama (FKUB) Langkat Panjang Harahap, Tokoh agama krites Rio sarnedi Saragih, Tokoh agama Katolik Eryanti sitangang.(E)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *