Empat Orang Warga Aceh Singkil, Terjaring Operasi Pekat

oleh -11 views

Ginews – Aceh Singkil ■ Dalam Operasi Penyakit Masyaratak (Pekat) yang dilakukan Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Simpang Kanan temukan puluhan liter Minuman Tradisional Jenis Tuak di Desa Kain Golong Kecamatan Simpang Kanan Kabupaten Aceh Singkil, Minggu 19/10/2019.

Selain mengamankan puluhan liter Tuak, Personil Polsek Simpang Kanan, Polisi Wilayahtul Hisbah (WH) dan Personil Koramil 04/Simpang Kanan, Juga mengamankan seorang pengolah sekaligus penjual Tuak Inisial ML (45), yang merupakan Warga Desa setempat.

” Puluhan liter tuak yang kami amankan itu disimpan di dalam satu jeriken,” kata Kapolres Aceh Singkil AKBP Andrianto Argamuda,SIK melalui Kapolsek Simpang Kanan Iptu Asral.

Dalam operasi pekat ini, ” ucap Kapolsek, para petugas mengamankan tiga orang warga lainnya asal Kecamatan Gunung Meriah yang bersatutus sebagai pembeli (peminum) dengan inisial HN (78), JM (21) dan FP (21).

Mereka diamankan oleh petugas lantaran diduga telah melanggar Qanun Aceh Nomor 12 Tahun 2003 Tentang Minum Khamar dan Sejenisnya.

Selanjutnya, terhadap penjual dan pembeli miras tradisional jenis tuak yang ikut terjaring dalam razia diberikan peringatan dan menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

“Untuk barang bukti berupa minuman tradisional jenis tuak sebanyak 10 liter diamankan di Polsek Simpang Kanan,” ujar Asral.

Ia menegaskan bahwa, Pihaknya akan terus melakukan operasi penyakit masyarakat (pekat) di wilayah Kecamatan Simpang Kanan.

Asral menjelaskan, operasi pekat ini bertujuan untuk menekan peredaran miras di wilayah Kecamatan Simpang Kanan dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang dampak negatif terkait konsumsi minuman keras tradisional jenis tuak.

Ia juga berharap, peran serta masyarakat setempat untuk melaporkan jika ada aktivitas yang mengganggu keamanan dan kenyamanan di wilayah Kecamatan Simpang Kanan.

(*HTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *