DINSOS LOMBOK TIMUR MEMBERIKAN PERHATIAN KHUSUS TERHADAP KASUS STUNTING

oleh -0 views

Ginewstvinvestigasi.com ■ Pada Tahun ini Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur berencana akan melibatkan pendamping PKH untuk dapat melakukan pendampingan terhadap Kasus Stunting di Dua Kelurahan yang ada di Kecamatan Selong.Sementara data stunting yang ada di kecamatan Selong berjumlah 185 balita.
“Di temui di ruang kerja nya kepala DINSOS “H. Ahmat, “menjelaskan ke awak media bahwa di Dua Kelurahan Selong dan Denggen nanti, akan ada pendamping dalam satu kasus Stunting. Untuk di Kecamatan Selong sendiri ada 185 angka stunting, maka kedepan nya kita butuh 185 jumlah pendamping kita berharap selama 3 bulan terakhir di tahun 2019 ini program stunting sudah dapat tertangani,harapnya,”rabu(23/10)
“dari mana saja pendamping yang akan dilibatkan nanti oleh Dinas Sosial dalam program ini, tentu nya semua petugas PKH yang bertugas pada wilayah tersebut akan kami pakai.
Adapun tugas dan fungsi dari para pendamping ini, yaitu tugasnya melakukan monitoring pada setiap seminggu sekali terkait dengan proses pemberian pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Puskesmas.
Kami dari Dinsos Lombok timur sudah turun langsung ke Kelurahan, dalam rangka membagikan makanan tambahan bagi penderita Stunting berupa telur.
Kepala dinas sosial yg disebut “Ahmat”tersebut menyampaikan bahwa Dalam program penurunan angka Stunting ini, Dinas Sosial Lombok timur hanya kebagian di Kecamatan Selong. Karena setiap OPD itu sudah membawahi beberapa kecamatan dan Desa. “jadi dalam hal ini bukan menjadi tugas Dinas sosial saja, akan tetapi semua Dinas yang ada di Lombok timur memiliki tugas yang sama dalam menuntaskan angka stunting ini”
“kami semua OPD punya tanggung jawab dan peran masing-masing untuk dapat menuntaskan angka stunting di Kab.Lombok timur, dari hasil koordinasi kami dengan OPD terkait lainnya, rata-rata mereka sudah menjalankan programnya, hanya saja sebatas kita sebagai penanggung jawab. sementara pelaksanaannya ada ditingkat bawah dalam hal ini Desa dan Puskesmas” ujar nya.
Menyingung soal singkronisasi prongam stunting dengan Pemdes. Kepala Dinsos Lotim menekan kan, terutama kepada Desa dan Puskesmas agar dapat memanfaatkan waktu jadwal posyandu sebagai ajang pembelajaran kepada masyarakat.
“ puskesmas saat ini sudah maksimal melakukan kegiatan posyandu, tetapi itu hanya sebatas melakukan pemeriksaan saja kepada masyarakat dan belum ada dilakukan kegiatan pembelajaran kepada masyarakat, di situ orang-orang kesehatan memiliki peran dan fungsi selaku pendidik, pelayan dan lain-lain” ungkap nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *