Masyarakat Penambang Mengeluh Tuding Banyak Pungli Diduga Dilakukan Oleh Oknum PANITIA !!!

oleh -7 views

Lebak ■ GINEWSTVINVESTIGASI.COM – Adanya penambangan emas tanpa ijin PETI yang berlokasi di blok Cikidang dikawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak beroperasi kembali.

Dalam kegiatannya Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) ini sangat rapih dan terorganisir dari hasil investigasi di lokasi dari GINEWS dan LT-KPSKN-PIN RI (Lembaga Tinggi Komando Pengendalian Stabilitas Ketahanan Nasional Pers Informasi Negara RI) diduga adanya keterlibatan oknum Kepala Desa setempat.

Ini terbukti kegiatan PETI ini sangat rapih dan teroganisir, ini di buktikan dengan di bentuknya kepanitiaan yang di Ketuai oleh Kepala Desa setempat dan dalam kenyataanya PUNGLI (Pungutan Liar) sebenarnya memberatkan warga / masyarakat penambang.

Bagi warga yang masuk menambang di pungut biaya Rp.10.000,- (sepuluh ribu rupiah) oleh panitia dan kepada yang keluar dari lokasi apa bila membawa beban (batu bahan emas) di kenakan biaya Rp. 10.000/ beban dan harus di bayarkan ke panitia.

Di samping itu PANITIA Masih memungut 10% kepada pemilik lobang dari jumlah yang di dapat, alhasil ini semua di pungut oleh yang mengatasnamakan PANITIA dan untuk selajutnya hasil pungli itu nggak tahu kemana dan untuk siapa?

Sementara akses jalan yang di gunakan sekarang yang menghubungkan Blok Cibanteng dan Cikidang, padahal seyogianya masyarakat dan pemerintah terkait serta para tokoh terkemuka harus bisa menyadari bahwa kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) ini ilegal.

Apa lagi ini di kawasan Gunung Halimun Salak, bahwa pada tanggal 10 bulan Juli 2019 penambang emas tanpa ijin ini jelas telah di tutup Secara Resmi oleh Tim Gabungan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum ( GAKUM), Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Pemkab, Polres dan Kodim Lebak, Kasepuhan adat Cisungsang, bahkan Kepala Balai TNGHS Awen Supriatna mengatakan pada waktu itu penghentian kegiatan PETI ini merupakan upaya Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan , karena kami dari tahun 2011 s/d 2017 selalu mengadakan patroli untuk mencegah PETI dan dengan adanya penutupan PETI ini akan terselamatkan hutan seluas 7,768 ha dari para penambang emas tanpa ijin.

Sementara itu M. Yusuf Wakil Ketua dari LT-KPSKN-PIN RI menyampaikan kepada awak media GINews sangat disayangkan dengan adanya PETI ini karena ada di wilayah Taman Nasional Gunung Halimun Salak ini pelanggaran, apalagi adanya pungutan liar (PUNGLI) oleh panitia ini sangat memberatkan para penambang dan akan terjadi kekacauan bila ini biarkan. Saya minta kepada yang berkompeten untuk menindak lanjuti hal ini.

Sayang sekali dari awak media GINEWS telah mencoba menghubungi Ketua PANITIA Via. Tlp WhatsApp mengenai hal ini namun tidak ada jawaban. ( Wawan Gunawan Kabiro Kab. Lebak).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *