Suhendro SHi, Penjaja Keripik Keliling Sukses Mendongkrak Omset Dari Rp. 50.000 Menjadi Rp. 50 Juta Perhari

oleh -6 views
   "Diawalnya, saya adalah penjual Keripik Ubi dan Pisang berkeliling dengan sarana kenderaan sepeda motor. Beberapa bulan kemudian, alhamdulillah, usaha jualan Keripik berkeliling yang saya tekuni, mengalami peningkatan omset yang cukup signifikan"; demikian Suhendro SHi mengawali penjelasan tentang sejarah singkat usaha yang digeluti kepada media kami hari Jum'at (25/10-2019) saat dikonfirmasi diseputaran lokasi usahanya terletak di Air Hitam Gerbang Kecamatan Gerbang Kabupaten Langkat.
   Pada waktu dan tempat yang sama, Suhendro SHi, lelaki kelahiran Kampung "Dogang" Kab.Langkat, dianugerahi 3  Putra 2 Putri ini lalu meneruskan ceritanya ;"karena omset meningkat, saya mulai mengembangkan dengan menambah volume produksi penggorengan, sejalan dengan itu, cara pemasaranpun saya kembangkan dengan pola menitipkan kepada warung-warung diseluruh kawasan Kab.Langkat".
   "Seiring berjalannya waktu, dengan ketentuan Allah serta tidak lupa berdo'a dan berusaha, maka seperti yang bapak wartawan lihat, saya cukup bahagia, karena walaupun belum sampai 200 orang tenaga kerja saya, namun....paling tidak saya sudah dapat membantu sesama dalam hal mengurangi tingkat pengangguran";penuturan Suhendro SHi dengan bersahaja.
  Sebelum mengakhiri bincang-bincangnya, ditanya tentang omset usaha penjualan Keripik Ubi dan Keripik Pisang, dengan sedikit malu-malu dan tersenyum cukup manis, Suhendro SHi spontan mengatakan ;"kalau diawal usaha, penjualan Keripik dengan berkeliling, omset saya cuma berkisar paling tinggi cuma 50 Ribu Rupiah/hari, namun pada saat ini dengan jumlah karyawan 186 orang, omset usaha yang saya geluti perharinya paling sedikit 50 Juta Rupiah, dan saat ini, kami sedang mempersiapkan permintaan keripik oleh pengusaha negara Korea".
   Pengalaman penjualan Keripik Ubi merk "Keripik Cinta Mas Hendro" oleh Suhendro SHi, patut untuk dijadikan sebagai motivasi dalam menggeluti sesuatu usaha. Tidak berlebihan bila pemerintah juga mengadopsi pengalaman Suhendro SHi, dalam salah satu upaya memperkecil angka pengangguran serta meningkatkan pendapatan petani, khususnya petani Ubi (Ketela Pohon Red). Semoga !!!. (EDYSAM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *