MURID SDN PASIRTENJO 2 DIKHAWATIRKAN ALAMI BEBAN MENTAL AKUT DIDUGA KORBAN “BULLY” ???

oleh -15 views

 Pandeglang–Siswa Sekolah Dasar Negeri Pasirtenjo 2 (SDN) Kecamatan Sindangresmi Kabupaten Pandeglang bernama HR yang duduk dibangku kelas 5 belakangan ini tidak mau masuk Sekolah lagi bahkan memutuskan pindah ke Sekolah lain lantaran tidak tahan menanggung malu dan takut, Pasalnya Dia telah menjadi bulian Dimedia sosial dan tetangganya,

Arta Wijaya selaku Orang Tua Siswa saat ditemui Wartawan Sabtu lalu (2/11/2019) mengungkapkan bahwa kejadian seperti ini sangat disayangkan menimpa anaknya.dari penuturan yang disampaikan Anaknya terkesan bahwa Anaknya adalah korban dari perintah salah satu oknum Guru bernama Abad.Akan tetapi kenyataan justeru terbalik.Abad menampik layaknya bahkan menimpakan kesalahan tersebut dilakukan HR sepenuhnya .urai Arta yang didampingi Istrinya Aas Anggraeni .Akibatnya lanjut Arta bahwa HR tidak Mau masuk sekolah lagi Dan Memutuskan pindah ke Sekolah lain.

Kepada Wartawan Arta menuturkan sebab akibat kejadian sebagaimana yang diceritakan Anaknya “Awalnya Anak Saya meminta sejumlah uang sebesar Rp5000 sebagai Denda atau sanksi kepada temannya yang tidak masuk sekolah itupun atas perintah Ketua Kelas sementara Ketua kelas pun diperintah oleh Oknum guru yaitu Abad,selang beberapa hari kemudian anak Saya disatroni oleh Orang tua Wali Murid yang merasa dirugikan.padahal aturan denda sebesar Rp 5000 kepada siswa yang tidak masuk sekolah itu yang membuat dan yang memerintah adalah Abad.’Tutur Arta’

 ‘Sebagai Orang tua yang tidak terima Anaknya dituduh Pemalak Saya berinisiatif mendatangi Sekolah itu dan ingin mengetahui sedetil mungkin kejelasan dan penjelasan dari Abad,tetapi dihadapan Saya Abad tidak mengakui bahwa pungutan atau pemalakan yang dilakukan anak Saya atas perintahnya, ironisnya Abad mengatakan bahwa kesalahan anak Saya bukan sekali saja bahkan sudah berulangkali,salah satunya adalah menganiaya temanya sendiri.’Tandas Arta dengan nada kecewa dan mengkhawatirkan akibat dari perlakuan seperti itu Anaknya mengalami beban mental akut.

Terpisah.R Ruliana S.Pd.SH.MH selaku Advokat sekaligus pengamat Pendidikan Provinsi Banten berkomentar.’Kalau betul terjadi dilingkungan Pendidikan Kami sangat menyayangkan sekali,dan siapapun Oknum yang melakukan hal itu harus segera ditindak lanjut sesuai aturan yang berlaku,sebagai pelayan Hukum Kami siap menerima baik keluhan maupun laporan berikut akurasi kronologisnya terutama dari pihak yang merasa dirugikan .’ Ungkap Cakra.

Sampai berita ini dirilis baik Abad maupun Kepala Sekolah SDN Pasirtenjo 2 belum bisa dimintai keterangan.’Pak Abad sedang mengikuti acara KKG.’ Terang salah satu Guru pada Wartawan *** (Nuryahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *