Pelaku Diduga Masuk Rumah Tanpa Ijin & Mengintip Orang Mandi Dilaporkan Ke Polisi !!! Korban Meminta Keadilan Malah Di PENJARA ???

oleh -132 views

Ginewstvinvestigasi.com ■ Kalimantan Barat – Aneh Bin Ajaib !!! Pelaku Masuk Rumah Tanpa Izin Dan Mengintip Orang Mandi Namun Korban Malah Di PENJARA dengan dalih diduga telah melanggar Pasal 310 KUHP Ayat (1) dan Pasal 335 KUHP Ayat (1) ???.

Sungguh aneh tapi nyata seseorang oknum yang konon katanya diduga merupakan seorang tokoh agama rupanya tidak faham arti etika, tatakrama dan sopan santun sebagai orang yang patut di contoh oleh masyarakat.

Kejadian ini terjadi di salah satu Kota di Kalimantan Barat, ceritanya oknum tokoh agama tersebut yang berinisial SK mendatangi rumah korban Sdri L, namun saat itu suasana rumah sedang dalam keadaan sepi hanya anaknya yang masih di bawah umur berada di rumah sedangkan suaminya Dance yang juga Koordinator Wartawan NKRI Wilayah III Kalimantan Media Cetak & TV – Online GLOBAL INVESTIGASI NEWS sedang menjalankan tugas redaksi dalam rangka pengembangan media massa di berbagai daerah.

Selanjutnya si oknum tokoh agama tersebut diduga tanpa permisi memasuki rumah dan menanyakan kepada anaknya, “dimana ibu, jawab si anak bahwa ibunya sedang mandi, setelah tahu si empunya rumah sedang mandi, tak berapa lama kemudian munculah sifat dan nafsu setan yang ada didalam dirinya untuk mengintip yang empunya rumah di kamar mandi namun ketika sedang asyik mengintip rupanya Sdri L ini menyadari dan mengetahui kalau ada tamu tak diundang yang sedang memperhatikan dirinya (ngintip-red), singkat cerita terjadilah keributan dengan pelaku hingga akhirnya si korban melaporkan masalah ini ke pihak Kepolisian setempat.

Selang beberapa hari setelah kejadian itu mereka bertemu kembali di sebuah gereja dan si korban masih tetap kesal terhadap pelaku atas kejadian di rumah si korban saat itu, akhirnya mereka berdua berselisih paham kembali, si korban tidak bisa menahan emosi sehingga kembali terjadi adu mulut.

Disaat bersitegang didalam sebuah gereja dimana pelaku yang mengaku sebagai tokoh agama katanya, hendak berdiri di mimbar sebagai penyaksian terhadap umat yang ada di gereja, akan tetapi menurut korban (Sdri. L – Red) hal tersebut sangat tidak pantas pelaku sebagai penyaksian terhadap umat di gereja karena perbuatan tokoh agama tersebut terhadap Sdri L tidak sesuai dengan kaidah – kaidah agama maupun menurut aturan hukum yang ada, sebagai pelampiasan Sdri L menganyunkan kakinya sehingga sepatu yang dipakai terlepas dan untungnya tidak mengenai tubuh pelaku, kejadiannya persis disebuah ruangan gereja tempat ibadah.

Setelah kejadian tersebut pelaku langsung melaporkannya kepada pihak kepolisian setempat dan akhirnya si korban malah yang masuk penjara, menurut sumber informasi yang melakukan penahanan ini konon katanya atas perintah salah seorang Jaksa setelah tahap 2 dilimpahkan dari pihak Kepolisian, sungguh “aneh dan janggal” ??? dalam waktu singkat proses Kepolisian sudah memasuki tahap 2 dan langsung menahan Sdri L yang notabene seorang perempuan yang patut diduga telah menjadi korban percobaan tindakan asusila adapun menurut kabar berita konon katanya yang menjadi dasar penahanan Sdri L adalah sepatu wanita sebagai barang bukti dan dua orang saksi dengan tuduhan yang di sangkakan melanggar Pasal 310 Ayat 1 KUHP dan Pasal 335 Ayat 1 KUHP.

Menurut komentar dari berbagai kalangan yang berhasil dihimpun ginewstvinvestigasinews.com bahwa terkait pasal 335 KUHP jika perkara ditemui frasa yang mengambang (tidak jelas), harus dibuktikan terlebih dahulu. “Harus ada unsur kekerasan dan ancaman kekerasan. Ada unsur kekerasan atau nggak ??? Kalau tidak, ya tidak bisa diteruskan juga sudah dibatasi syarat penahanan yakni pertama tindak pidana itu diancam dengan pidana penjara lima tahun atau lebih kedua tersangka atau terdakwa diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan bukti yang cukup ketiga dikhawatirkan tersangka atau terdakwa melarikan diri keempat dikhawatirkan tersangka atau terdakwa merusak atau menghilangkan barang bukti kelima dikhawatirkan tersangka atau terdakwa mengulangi tindak pidana.
Sedangkan dengan Pasal 310 KUHP yang pada umumnya didefinisikan : “Suatu tindakan yang merugikan nama baik dan kehormatan seseorang. 

Unsur-unsur pencemaran nama baik atau penghinaan (menurut Pasal 310 KUHP) adalah 1. Dengan sengaja 2. Menyerang kehormatan atau nama baik 3. Menuduh melakukan suatu perbuatan 4. menyiarkan tuduhan supaya diketahui umum.

Dari ketentuan Pasal 310 KUHP, telah dirumuskan tindakan pencemaran nama baik itu dapat berupa menista dengan lisan (smaad) – Pasal 310 ayat (1) Barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. (Red)

Bersambung …. ke edisi selanjutnya.

Media Cetak & TV – Online GLOBAL INVESTIGASI NEWS akan melakukan investigasi dalam kasus ini, guna memperoleh keterangan dan keseimbangan berita serta untuk kepentingan publik.

Photo : Ilustrasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *