MENGENANG BERDIRINYA PONDOK PESANTREN DARUD DA’WAH WAL IRSYAD (DDI)

oleh -11 views

Pinrang ■ GINEWS – Sosok pendiri perguruan Islam Darud Da’wah wal Irsyad (DDI), Almarhum KH. Abdul Rahman Ambo Dalle. Santri terbaik KH. As’ad dari pesantren As’diyah Sengkang Kab. Wajo.

Pesantren DDI di kenal awal didirikan di salah satu desa di kab. Barru. Tepatnya di mangkoso yang didirikan pada tahun 1935 dalam masa penjajahan dan perjuangan para pahlawan bangsa indonesia.

Dalam kemajuan dan perkembangan perguruan Islam Pondok Pesantren DDI. Almukarram KH. Abd. Rahman Ambo Dalle, membuat pondok pesantren DDI di Ujung Lare Kotamadya Pare Pare pada tahun 1956 dan pada tahun 1978 mendirikan pesantren di desa Kaballangan Kab. Pinrang sulawesi selatan.
Dan masa perjalanan Pesantren DDI Kaballangn, telah banyak menghasilkan alumni alumni yang handal dan menduduki posisi yang strategis di pemerintahan maupun di berbagai profesi di seluruh indonesia dan luar negeri.
Alumni Pondok pesantren DDI Kaballang yang telah berhasil. Masing masing mendirikan Pondok Pesantren yang juga menggunakan dan membesarka marwah besar Alm. Guru besar kita KH. Abd. Rahman Ambo Dalle. Mereka yang pernah dekat dengan Guru besar KH. Abd. Rahman Ambo Dalle, pasti menggunakan nama perguruannya dengan nama Darud Da’wah wal Irsyad (DDI).
Hasil pantauan wartawan globalinvestigasi.news di pondok Pesantren DDI Kaballangan. Nampak kegiatan belajar mengajar berjalan lancar, walaupun itu di hari minggu dan saat sekolah lain meliburkan anak didiknya.
Kepala Pondok Pesantren DDI Kaballangan H. Muh. Ridha Rasyid Ambo Dalle, yang juga putra bungsu pendiri Darud Da’wah wal Irsyad. Saat Wartwan globalinvestigasi.news yang juga alumni Pondok pesantren DDI Kaballangan bersilaturrahmi.
H. Muh. Ridha Rasyid.AD mengatakan, pada tahun ajaran 2019 ini, pondok pesantren DDI Kaballangan memiliki santri kurang lebih 700 santri. Yang tergabung dalam tingkat Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliah.
Pondok pesantren yang saat ini di lengkapi dengan berbagai pasilitas seperti ratusan kamar pemondokan.
Selain itu, berbagai sarana olah raga, worksoop komputer dan pembekalan keterampilan buat santri yang mondok. Pasilitas yang tak kalah menariknya, adalah peralatan kesenian sepert Drum Band dan alat kesenian lainnya.
Para Ustas dan Ustasah yang berjumlah 80 guru memberikan tugas belajar mengajar dengan ilmu berbagai bidang.
Bahasa keseharian di Pondo Pesantren DDI Kaballangan Kab. Pinrang sulawesi selatan, selain bahasa indonesia, juga mempelajari bahasa arab, jerman dan japan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *