PEMBANGUNAN AMP SERAFON KETUA KOMISI C DPRK MEMINTA UNTUK DITINJAU ULANG KEMBALI

oleh -15 views

Sinabang, Ginewstvinvestigasi.com – Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue, Ihya Ulumuddin, SP meminta lokasi Pembangunan AMP Serafon untuk dapat ditinjau ulang.

Ihya Ulumuddin, SP menyampaikan kepada awak media ginewstvinvestigasi.com Senin 4 November 2019, Komisi C DPRK Simeulue akan melakukan pemanggilan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, terkait pembangunan Asphalt Mixing Plant (AMP) di Desa Serafon yang berada dibibir pantai.

Rencana pemanggilan itu sesuai Peraturan Menteri Perikanan dan Kelautan Nomor 21 tahun 2018 tentang sepadan pantai. “Kami akan tanya mereka sudah melakukan Pengukuran atau tidak, Komisi C juga akan turun untuk memantau langsung kelapangang,” kata Ihya.

Dirinya meminta semua pihak, agar tidak melanggar Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 21 tahun 2018, terkait Batas Sempadan Pantai diatur sangat jelas pada Pasal 1 Ayat 2.

Ihya juga mengingatkan sanksi bagi yang melanggar Undang-Undang Lingkungan Hidup, nomor 32 tahun 2009 Pasal 22 ayat 1, mengatur tentang sanksi bagi individu, kelompok atau badan usaha yg mencemari lingkungan.

Ia mendesak dinas terkait, agar segera turun ke lapangan mengecek langsung lokasi AMP Serafon, dikhawatirkan banyak pihak berpotensi merusak lingkungan.

“Jika ada indikasi pelanggaran peraturan, saya sarankan agar kegiatan itu ditinjau kembali, karena membangun dibibir pantai,” ungkapnya.

Kepala Bidang Tata Ruang Daerah, Kabupaten Simeulue, Fikrianto, saat dikonfirmasi sebelumnya menjelaskan analisa awal pembangunan pabrik AMP di bibir pantai sudah sesuai Rencana Tata Ruang Daerah. Karena lokasi itu awalnya termasuk dalam lokasi perkebunan rakyat dan jauh dari pemukiman.

“Itu AMP mobile, artinya hanya sementara tidak permanen, lokasinya di perkebunan rakyat. Saya cuma mengeluarkan kesesuaian tata ruang, kalau masalah Upaya pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) itu kajiannya nanti sama jasa konsultan,” tutup Fikrianto.

SNB.SN04112019
Kabiro SML(hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *