Para Orang Tua Siswa SMKN 4 Sinjai Pulau IX Merasa Terbebani Biaya PKL

oleh -2 views

Team Globalinvestigasi news Menyambangi pulau IX setelah mendengar informasi adanya Laporan terkait biaya PKL Siswa SMKN4 Sinjai merasa sangat di bebankan,Kendati demikian bahwa permintaan pihak sekolah yang mana harus di bayar bagi peserta ikut PKL di takalar/Galesong

Terkait adanya Pungutan tersebut maka dari team Global investigasi news bersama team kasusta melakukan investigasi secara langsung pada tanggal 28 Oktober 2019 ke para orgtu Siswa SMKN 4 (Empat) yang ikut PKL (Praktek Kerja Lapangan)di takalar/Galeson

Berdasar investigasi oleh team awak media Globalinvestigasi news kami mendengarkan pernyataan dari para orang tua siswa SMKN 4 sinjai yang ada di pulau IX ibu Lallo menyatakan bahwa Dari segi makanan anak anak di sana cuman pake nasi bungkus seadanya Kodong,saya bilang begini karena saya pernah langsung memantau di lokasi dan bermlama jadi saya tau,awalnya ji pake ayam tapi kedua harinya tidak Adami pake ayam,tapi makan nasi bungkus seadanya ji saja.jadi kalau begini makanan anak anak berrti kurang Danai.tapi kalau kurang Danai di mana mi itu pale dana yang terkumpul 1,750,000/ orang / bulan.Total siswa 41 orang siswa,8 orang di perusahaan dan 33 orang di asrama yang di asrama ini di tanggung semua oleh orang tua siswa mulai dari biaya inap,biaya cetring,biaya transportasi dan biaya baju PKL kami yang tanggung kodong,anak kami saja yang menerima KIP uang nya tidak di kasih semua dari sekolah nya dengan alasan katanya sekalian di potong saja sebagai biaya PKL,Uang KIP nya saja saya tambahkan supaya anak tetap bisa ikut PKL , karena takut anak anak tidak lulus karena pernah ada omongan kalau tidak ikut akan tidak lulusTutur (Bu Lallo dan Bu Kasmia) ke team awak media

Lanjut Bu Lallo menginformasikan dalam pernyataan nya bahwa kenapa makan pagi dan sore serta malam itu terus saja kodong padahal orang tua siswa sudah membayar Rp 1,750,000 ( Satu Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) Per Siswa per Bulan

Para orang tua siswa SMKN 4 juga mengatakan bahwa Kondisi keuangan kami sedang sulit, mau bayar listrik, bayar Air. Belum lagi uang keperluan sehari – hari yang serba mahal apalagi hidup dipulau, kita bergantung dari hasil rumput laut setiap bulan, padahal katanya sekarang sekolah gratis.Tapi kalau tidak di bayar itu kata kepala sekolah nya tidak lulus Ki anak anak kalau tidak ikut PKL jadi terpaksa kita bayar kasian @Kata Bu Lallo bersama para orabg tua lainnya

Lanjut Komfirmasi hasil informasi para orang tua siswa ke kepsek SMKN 4 sinjai pada saat di investigasi mengaku tidak mengetahui hal tersebut adanya Pungutan,bahkan mengaku kalau biaya penginapan saja itu gratis,dan cetring di atur oleh siswa sendiri tuturnya ke awak media saat di temui di ruangan kepala sekolah SMKN 4 sinjai

Begitu juga pada saat di konfirmasi via WhatsApp ke pak Habibi hanya membaca saja chat WhatsApp tidak ada respon saat di pertanyakan terkait biaya pembebanan siswa SMKN 4 yang ikut PKL di takalar /Galeson /Gowa selama 3 bulan dari Oktober, November sd Desember 2019

“Lanjut team awak media mengkonfirmasi ke Musaddaq menyatakan bahwa, kepala sekolah tidak boleh asal memungut biaya, harus berdasarkan regulasi yang ada. Seperti Dana Bos itu sudah jelas. peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3. Tahun 2019. Tentang dana Bos SMK sebesar Rp 1.600.000 (satu juta enam ratus ribu rupiah) per 1 (satu) peserta didik setiap 1 (satu) tahun.

“Jadi apapun dalilnya sekolah, baik itu memungut besar atau kecil jelas melanggar. Apalagi sekarang diperkuat dengan peraturan Presiden (Perpres).RI Nomor 87. tahun 2016 tentang pungutan liar (Sebar pungli),”

Team

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *