Pemalsuan SK Honorer, Gabungan TIM RESMOB SATRESKRIM POLRES LOTIM Gulung Mantan LSM

oleh -4 views

Ginewstvinvestigasi Lotim- Gabungan TIM RESMOB, UNIT PIDUM dan UNIT TIPIDTER SATRESKRIM POLRES LOTIM, Menangkap 3 orang pelaku Pemalsuan SK HONORER di lingkungan DINAS PARIWISATA LOMBOK TIMUR.Kamis,07/11/2019,pukul 12.30 WITA.

Kasat Reskrim Polres Lombok timur ,AKP I Made yogi Purusa Utama menuturkan,”
Berdasarakan Surat Perintah Nomor : Sprin /1391/XI/2019/Reskrim, Tanggal 06 November 2019.Laporan Polisi Nomor : LP / 684 / XI / YAN 2.5 / 2009 /NTB / Res. Lotim, tanggal 07 November 2019.

“Pelaku Utama / pemesan / yang menyuruh membuat)
TAHIR ROYALDI Laki-laki, 53 Thn, Wiraswata

Saksi Pembuat SK)
SLAMET RIYADI,Laki-laki, 27 Thn, Wiraswata.
FAZLUL RAHMAN, Laki-laki, 26 Thn, Percetakan, (Pemilik Percetakan).

“Modus nya
TAHIR ROYALDI
memalsukan SK pegawai Honor Daerah atas nama anak kandungnya sendiri dengan cara TAHIR ROYALDI mencontoh SK asli kemudian dibawanya ke percetakan dengan bantuan SLAMET RIYADI sebagai editor.

“Setelah SK tersebut selesai dikerjakan kemudian dicetak dan di Stempel atas nama Bupati Lombok Timur, kejadian ini terungkap berawal dari kecurigaan dari Dinas Pariwisata tentang adanya SK pengangkatan pegawai Honor Daerah sehingga Dinas Pariwisata menghubungi BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH LOMBOK TIMUR (BKD) dengan maksud meminta konfirmasi dengan adanya SK tersebut dikeluarkan namun pihak BKD mengaku tidak pernah mengelurkan SK Honor Daerah dilingkungan Dinas Pariwisata.

Dengan kejadian tersebut BKD dan DINAS PARIWISATA melaporkan kejadian tersebut ke POLRES LOTIM dengan membawa SK yang di duga Palsu tersebut.

“Pelaku TAHIR ROYALDI kami tangkap di rumahnya di Ds. Lenek, Kec. Lenek, Kab. Lotim. Selanjutnya dilakukan pengembangan terhadap percetakan tempat di terbitkan atau di buat SK Palsu tersebut.

“Barang Bukti
1 Lembar SK Pengangkatan Pegawai Honor Daerah di Lingkungan Dinas Pariwisata Lombok Timur(yang di duga palsu). 1 Set Komputer yang digunakan mengedite SK palsu.
1 Unit printer yang digunakan mencetak SK palsu.

” Kami menduga oknum pelaku tersebut tidak mungkin melakukan sendiri, kami akan terus melakukan pendalaman dalam penyelidikan dalam mengungkap kasus yang lain.

“Ancaman pasal 263 KUHP yang ancaman 6 tahun dengan melakukan pemalsuan autentik Negara,” Tandasnya.

( KanciL )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *