Nyinyir Di Medsos Supriadi Hilang Jabatan, Express Kontestasi Politik Munculkan Para Tokoh Baru

oleh -0 views

Sinabang, Ginewstvinvestigasi.com – Baru-baru ini warga dikejutkan kabar pemberhentian Ust.Supriadi dari jabatanya sebagai Imam mesjid Agung Tgk Khalilullah Sinabang karena nyinyir di media sosial yang menimbulkan kontroversi dan bola panas ditengah masyarakat dimanfaatkan keranah politik.

Ust.Supriadi (32) diberhentikan dari jabatannya bukan tanpa alasan yang tepat oleh Pemerintah Daerah Simeulue, Seperti yang telah diberitakan Ust. Supriadi memosting sebuah statemen dimedia sosial yang bernada menyalahkan Pemerintah Kabupaten Simeulue karena terlambat mencairkan bonus dan hadiah kepada para peserta Qafilah dari Kabupaten Simeulue yang ikut dalam perlombaan MTQ KE-XXXIV Provinsi Aceh dilaksanakan pada bulan September lalu di Blang Pidie (Abdya)

Setelah viralnya postingan Ust. Supriadi dimedia sosial yang telah menjadi perbincangan ditengah publik, Imam mesjid itu dipanggil oleh Kadis Dinas Syariat Islam Kabupaten Simeulue Drs.Hasbi Endra (07/10) untuk mempertanggung jawabkan tindakan yang mengundang presepsi negatif dan juga menimbulkan kontroversi ditengah masyarakat Simeulue yang notabenenya tidak mengetahui apa sebenarnya yang terjadi sehingga terlambatnya bonus dan hadiah tersebut di cairkan oleh Pemerintah Daerah.

Sesuai yang disampaikan Bupati Simeulue Erly Hasyim,SH,S.Ag.M.I.Kom saat dikonfirmasi oleh wartawan ginewstvinvestigasi.com baru-baru ini disinabang, Pemberhentian saudara Supriadi bukan tanpa alasan hal ini dilakukan sesuai prosudural dengan kesalahan yang dia lakukan, Semestinya Supriadi selaku pegawai kontrak daerah adalah bagian dari pemerintahan berkewajiban menjaga ketentraman dan marwah pemerintah bukan sebaliknya menggebos dan mempersalahkan pemerintah karena terlambat dalam mencairkan bonus dan hadiah tersebut, Bonus dan hadiah tersebut tetap kita sediahkan dalam anggaran APBK perubahan tahun ini karena pada APBK murni sebelumnya tidak tertampung, Supriadi tau hal ini akan tetapi menutup mata dan menciptakan isu yang tidak baik serta mencemarkan pemerintah dikhalayak umum tanpa berpikir panjang,” Tegasnya

Hal senada juga disampaikan oleh bapak Hasbi Endra dalam wawancaranya kepada awak media yang ditemui lokasi pembukaan MTQ Ke-III Kecamatan Teupah Barat kamis malam (07/11) didesa Naibos, Supriadi kita berhentikan sesuai prosudural bukan semena-mena tanpa sebab dan musabab namun sangat disayangkan ada pihak-pihak tertentu sengaja memperuncing masalah bahkan terkesan menjadi objek politik untuk menjatuhkan pemerintahan saat ini, Padahal mereka yang merasa tidak setuju atas pemecatan saudara Supriadi tidak tahu ujung pangkal permasalahan yang sesungguhnya akan tetapi serta merta menyalahkan sikap pemerintah yang dianggap anti kritik atau sebutan lain otoriter bahkan ada yang menyebutnya feodalisme terserah mereka yang pasti kita bertindak sesuai aturan dan sumpah jabatan selaku pegawai pemerintah, Sebelumnya sudah beberapa orang yang telah menemui saya terkait hal ini dan jawaban yang sama juga saya sampaikan kepada mereka,” Ujar Kadis Syariat Islam

SNB. JM08112019
Kabiro SML(hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *