KETUA DPRK SIMEULUE BESERTA DINAS TERKAIT ANGKAT BICARA

oleh -2 views

Sinabang, Ginewstvinvestigasi.com – Menanggapi berita terkait kondisi Rajumat(35) warga Desa Air Dingin Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue yang dikurung oleh orang tuanya selama enam bulan karena mengalami gangguan jiwa, Ketua DPRK Simeulue beserta instansi terkait angkat bicara.

Irwan Suharmi, SE, M.Si selaku Ketua DPRK Simeulue mengatakan seharusnya saat ini di Kabupaten Simeulue tidak ada lagi sistem pemasungan terhadap orang yang mengalami gangguan kejiwaan, alasannya berdasarkan Undang-undang No 36 Tahun 2019 yang menyatakan, setiap penderita gangguan kejiwaan mempunyai hak yang sama sebagai warga negara. Serta mendapatkan pengobatan dan perawatan difasilitas.

“Orang yang mengalami gangguan kejiwaan itu dilindungi oleh undang-undang, mereka tidak bisa dipasung atau sejenisnya mereka harus dirawat diinstansi kesehatan,”kata Irwan Suharmi

Sementara itu Irmawaty, SE, Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Dinas Sosial Kabupaten Simeulue mengatakan , terkait kondisi Rajumat yang mengalami gangguan kejiwaan dan dipasung oleh kedua orang tuanya dan telah memberi pemahaman kepada orang tuanya.

Melalui Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Dinas Sosial yang mana pihak kami tidak tinggal diam dengan kondisi Rajumat, dan peran orang tua sangat besar namun karena keterbatasan itula pihak keluarga melakukan itu terhadap rajumat,”ungkapnya

Awak media ginewstvinvestigasi.com setelah berjumpa dengan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Simeulue Drg. Farhan menjelaskan kepada pihak media bahwa Rajumat sudah berulangkali masuk unit jiwa di Rumah Sakit Simeulue.

Drg. Farhan selaku Dirut RSUD Simeulue juga menambahkan RS kita bukan RS Jiwa sehingga ada keterbatasan waktu dalam perawatan, setelah dirawat dan kondisi sedikit membaik, selanjutnya Drg. Farhan mengatakan pasien yang mengalami gangguan kejiwaan seharusnya ditangani oleh Dinas Kesehatan melalui PKM setempat, sebab disitu sudah ada perawat terlatih terkait masalah kejiwaaan.

Sebelum berita ini turun, Rajumat dikurung oleh kedua orang tuanya, makjasa(85) dan farida(75), dalam kamar yang berukuran 3×3 meter anak sulung dari delapan bersaudara ini sengaja dikurung oleh orang tuanya karena khawatir dapat mengancam keselamatan orang lain.

Kedua orang tuanya telah melakukan segala upaya demi kesembuhan anak sulung mereka mulai dari pengobatan secara medis hingga pengobatan secara tradisional, namun hal itu belum ada hasilnya, malah kondisi kejiwaan anak sulung mereka makin menjadi(parah),”

SNB.JM08112019
Kabiro SML(hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *