ALIANSI MAHASISWA SUMATERA BAGIAN SELATAN, RATUSAN MASSA UNJUK RASA DI KEMENKES RI

oleh -0 views

Jakarta ■ Ginewstvinvestigasi.com –
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah Kementerian Kesehatan. Dan UU No.5 tahun 1999 Panitia tetap tender. Dan UNDANG-UNDANG REPUBLK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME,
 
Ratusan massa dari Aliansi Mahasiswa (AMS) Sumbagsel menyampaikan aspirasi sebagai control social dan penyambung lidah dari masyarakat.
terkait kasus pembangunan Gedung Instalasi Rawat Inap di RSUP Muhammad Hosain Palembang dibawah naungan Kemenkes, Pembangunan Gedung Instalasi Rawat Inap tersebut diduga ada pengaturan pemenang lelang antara pihak RSUP Muhammad Hosain dengan PT.HUTAMA BUANA INTERNUSA, PT.PANGKHO MEGA DANOSA PUTRA BATOM.hal ini disampaikan Zuhri selaku Kordinator dalam aksi Rabu 13/11/2019 di Jakarta, 

Zuhri juga menyampaikan, “di duga PT. yang bekerjasama dengan RSUP tersebut memanipulasi data dokumen dari PT.TIRTA DHEA ADDONICK PRATAMA yang tidak mengikuti lelang, seperti  pemalsuan SK PT, demi untuk melengkapi persyaratan mengikuti lelang tender,dan juga diduga adanya transaksi fee proyek dibagi dalam bentuk Cek Giro, Cash, dan Transfer.
Atas dasar tersebut kami dari Aliansi Mahasiswa Sumbagsel meminta kepada KEMENKES untuk segera :

  1. Hentikan pembangunan Gedung Instalasi Rawat Inap di RSUP Palembang yang sedang berjalan, dan kami meminta untuk segera mencabut kontrak tender yang sedang berlangsung.
  2. Segera copot MOHAMAD SYAFRIAL,Sp dari jabatannya sebagai Direktur.RSUP Palembang,  dan SUBAN S,KM (sebagai PPK) karena diduga sudah melanggar aturan dengan menerima pemalsuan dokumen dari pemenang tender PT.HUTAMA BUANA INTERNUSA, yang direktur utamanya saudara HASAN JONI.
  3. Kementerian Kesehatan harus segera evaluasi terhadap Pembangunan Gedung Instalasi Rawat Inap di RSUP Muhammad Hosain Palembang, karena diduga sudah melakukan KKN bersama PT.pemenang tender, yang melibatkan kerugian negara.”tutup Zuhri- selaku koordinator aksi,(Saipul Lubis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *