Masyarakat Lebak Meminta Pelaku Kasus ILLEGAL LOGGING Di Proses Secara Hukum !!!

oleh -0 views

Lebak ■ GI News – Diduga ada main mata antara pelaku dan petugas Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) kasus illegal logging dibiarkan, tidak di proses.

Kades Kujang Sari yang diduga sebagai dalang penebangan kayu hutan atau illegal logging yang dilakukan di Wilayah Taman Nasional Gunung Halimun Salak yang berlokasi di blok Cikidang Desa Kujangaari Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak Provinsi Banten, kasus ini tidak ada tindak lanjut.

Padahal Kasus illegal logging ini telah ramai di perbincangkan masyarakat Cisitu masyarakat Cisungsang dan sekitarnya, bahkan telah di ekspose oleh beberapa media, baik media online atau media cetak.

Hal ini membuat masyarakat sekitar Geram, hal ini di sebabkan karena yang di duga pelaku penebangan kayu di TNGHS sampai saat ini tidak di tangkap atau di proses secara hukum.

Kronologis kejadiannya bahwa pada tanggal 21 Oktober s/d 23 Oktober tahun 2019, telah terjadi penebangan kayu hutan secara besar besaran di wilayah TNGHS hal ini di lakukan dan diduga kuat oleh oknum Kepala Desa Kujangsari bahkan menurut Impormasi yang di himpun awak Media GI News, bahwa pada tanggal 22 Oktober lalu dalam kasus illegal logging ini sempat di gerebek oleh beberapa warga Cisitu yang merasa tidak senang dengan adanya penebangan kayu secara ilegal di wilayah taman nasional, sedangkan yang melakukan penebangan ini diantaranya O, U, E.

Dengan adanya kasus ilegal logging yang sempat memanas tapi pada akhirnya g ada tindak lanjut untuk di proses secara hukum yang berlaku, kami dari awak media GI news melakukan investigasi dan mencari Informasi lebih jauh, berdasarkan hasil investigasi dan impormasi yang di peroleh menemukan adanya kejanggalan dalam kasus illegal logging ini yang di duga kuat sebagai otak nya adalah kades Kujangsari , namun sangat di sayangkan kepada petugas Dari pihak Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) yang sebenarnya tahu bahwa ada kasus penebangan kayu hutan di wilayah taman nasional namun diam dan tidak ada tindakan,

Inilah yang membuat semua elemen, baik dari LSM dan wartawan bahkan masyarakat sekitar menjadi penasaran dan perlu di pertanyakan ada apa ini ? Ada permainan apa ini?. menurut satu sumber yang bisa di pertanggung jawabkan diduga kuat bahwa pihak Petugas TNGHS telah “main mata” dengab pelaku, dimaksudkan agar kasus ini tidak di lanjutkan.

Kami dari awak media berusaha dan mencari tahu sampai dimana kasus ini bisa tidak di proses.

Dari hasil konfirmasi dari salah satu pegawai TNGHS berdalih bahwa kasus ini telah dilimpahkan ke pihak Dirjen katanya.

Selanjutnya kami mengkonfirmasi kepada pihak kepolisian setempat terkait adanya kasus illegal logging yang ada di Taman Nasional dan menyampaikan bahwa sampai saat ini tidak ada yang melaporkan kepada pihak kepolisian terkait kasus ini, dalam hal ini kasus ilegal logging dan sebagai pelapor adalah pihak TNGHS. Dan silahkan aja tanyakan kepada pihak TNGHS yang merasa dirugikan.

Sekali lagi kami dari pihak kepolisian sampai saat ini belum menerima laporan dari TNGHS. bahkan dari sumber lain yang ga mau di sebut namanya bahwa kasus ini harus di proses sesuai hukum yang berlaku, karena kalau tidak di proses akan ada dampak pada yang lain.dan dalam hal ini pihak TNGHS harus bertindak bersipat pelaporan dan di lakukan penangkapan bekerja sama dengan pihak kepolisian ini bukan saatnya mengadakan penyuluhan.

Menyikapi hal ini M .Yusuf Wakil Ketua Lembaga Tinggi Komando Pengendalian Stabilitas Ketahanan Nasional Pers Impormasi Negara RI (LT-KPSKN-PIN RI) mengatakan kalau kasus ilegal logging ini di biarkan atau tidak di proses secara hukum ini akan berakibat fatal.

Satu kemungkinan besar akan ada masyarakat yang ikut ikutan menebang kayu di TNGHS sehingga dapat merugikan kita.yang kedua kemungkinan besar masyarakat ini akan berdemo, di sebabkan tidak puas dengan proses ini.saya meminta kepada Dirjen Kementrian Lingkungan hidup dan kehutanan ,GAKUM dan pihak kepolisian untuk menindak lanjuti kasus ini. Dan siapapun orangnya yang terlibat dalam hal ini agar di proses secara Hukum dan apabila ada pihak Petugas TNGHS yang di duga terlibat selain di proses hukum bila perlu di berhentikan dari tugasnya. (Wawan Gunawan Kabiro Lebak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *